Laporkan Masalah

Luaran Anoreksia Nervosa Disertai Amenorea Sekunder

Febiona Tyfanie, dr. Suryono Yudha Patria, Ph.D, Sp. A(K).; dr. Pudjo Hagung Widjajanto, Ph.D, Sp. A(K)

2023 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan anak

Latar belakang Anoreksia nervosa merupakan salah satu bentuk gangguan makan berupa restriksi asupan makanan yang dapat mengakibatkan berbagai komplikasi salah satunya adalah amenorea sekunder.

Tujuan Mengamati, memonitor, dan memberikan intervensi jangka panjang kepada pasien dengan anoreksia nervosa yang disertai amenorea sekunder secara komprehensif untuk mencegah komplikasi lainnya, sehingga pasien memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Metode Kami melakukan pemantauan selama 18 bulan pada pasien dengan anoreksia nervosa disertai amenorea sekunder terhitung mulai Desember 2018 hingga Mei 2020 di Yogyakarta.

Hasil Pasien menunjukkan perbaikan dari gizi buruk menjadi gizi kurang pada pemantauan bulan ke-4 dan menjadi gizi baik pada pemantauan bulan ke-15, serta kembali menstruasi pada pemantauan bulan ke-8 seiring dengan perbaikan status gizi hingga akhir pemantauan. Terdapat peningkatan kualitas hidup berdasarkan kuisioner PedsQL. Selama pengamatan, target luaran dan faktor-faktor prognostik tercapai dengan baik.

Kesimpulan Pentingnya tatalaksana komprehensif dalam penanganan kondisi anoreksia nervosa disertai komplikasi pada remaja. Pendekatan multidisiplin dari berbagai pihak akan menunjang keberhasilan penatalaksanaan kondisi anoreksia nervosa sehingga diharapkan dapat mengatasi komplikasi yang sifatnya reversible dan mencegah komplikasi lain yang mungkin terjadi, serta menjaga kualitas hidup yang baik.

Background Anorexia nervosa is an eating disorder characterized by pervasive, pathological weight and shape concerns leading to restricted oral intake and consequent low body weight which can lead to various complications, one of which is secondary amenorrhea.

Objective To observe, monitor, and provide long-term comprehensive intervention to a patient with anorexia nervosa accompanied by secondary amenorrhoea and to prevent other complications, thus improving the patients quality of life.

Methods We observed a patient with anorexia nervosa with secondary amenorrhea for 18 months from December 2018 to May 2020 in Yogyakarta.

Results The patient showed nutritional status improvement, from severe malnutrition to moderate malnutrition on the 4th month of observation, which further improved to good nutritional status on the 15th month of observation. Menstruation occurred on the 8th month of observation along with improvements in nutritional status until the end of observation. There is an increase in the quality of life based on the PedsQL questionnaire. Targeted outcome and prognostic factors were well achieved during the observation period.

Conclusion Comprehensive multidisciplinary approach is essential in management of anorexia nervosa accompanied by complications in adolescents. This approach is integral in overcoming reversible complications, to prevent further complications, as well as to maintain a good quality of life.

Kata Kunci : anorexia nervosa, secondary amenorrhea, functional hypothalamic amenorrhea, malnutrition, adolescence.

  1. SPESIALIS-2023-390016-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2023-390016-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2023-390016-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2023-390016-title.pdf