Laporkan Masalah

Perubahan Ekonomi Antargenerasi Petani dan Peran Religiositas

Eko Priyotomo, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.; Evita Hanie Pangaribowo, S.E., M.I.D.Ec., Ph.D.

2023 | Disertasi | S3 Agama dan Lintas Budaya

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana mobilitas/perubahan ekonomi antargenerasi (petani dan anak-petani) dan peranan religiositas dalam perubahan tersebut, yang meliputi perubahan pendapatan, bidang pekerjaan, dan status ekonomi. Analisis dilakukan dengan regresi berganda dengan variabel dependent meliputi: pendapatan, perubahan bidang pekerjaan, dan perubahan status ekonomi. Sebagai variabel independent adalah pendapatan orang tua, pendidikan, umur, beban rumah tangga, bekerja di bidang pertanian, kepemilikan lahan pertanian, migrasi, kualitas jalan, keberadaan kelompok usaha bersama (KUBE), keberadaan industri/pabrik, shalat, dan pengajian. Data yang digunakan dalam penelitian ini utamanya diambil dari data-data IFLS IFLS-1 (1993) hingga IFLS-5 (2014). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mobilitas pendapatan antargenerasi (petani anak-petani) di Indonesia tergolong tinggi, dengan angka 0,812 yang menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan pendapatan anak-petani terhadap orang-tua relatif rendah. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dalam peningkatan pendapatan anak-petani meliputi pendapatan orang-tua, pendidikan, umur tertentu, pemilikan lahan pertanian, dan keberadaan industri/pabrik di lingkungan desa. Namun, ada juga faktor-faktor yang berpengaruh negatif terhadap pendapatan anak-petani, yaitu beban rumah tangga dan bekerja pada sektor pertanian. Mayoritas (61%) anak-petani memilih untuk bekerja di luar sektor pertanian, hal ini menunjukkan adanya kecenderungan perubahan pekerjaan dari generasi sebelumnya. Pendidikan dan kualitas jalan merupakan faktor yang signifikan berpengaruh positif terhadap mobilitas pekerjaan antargenerasi (petani anak-petani). Namun, variabel umur, beban rumah tangga, dan keberadaan kelompok usaha bersama (KUBE) berpengaruh negatif terhadap mobilitas pekerjaan.  Religiositas yang diwakili oleh salat dan pengajian belum menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pendapatan dan perbaikan ekonomi bagi anak-petani secara keseluruhan. Meskipun demikian, pada kelompok anak-petani dari golongan orang-tua miskin, religiositas-salat secara signifikan dapat menekan mobilitas pekerjaan antargenerasi.

The main aim of this research is to analyze intergenerational economic mobility/change (farmers and farmer children) and the role of religiosity in these changes, which includes changes in income, field of work, and economic status. The analysis was carried out using multiple regression with dependent variables including: income, changes in employment, and changes in economic status. As independent variables are parental income, education, age, household burden, working in agriculture, agricultural land ownership, migration, road quality, existence of joint business groups (KUBE), existence of industries/factories, prayer, and recitation. The data used in this research was mainly taken from IFLS data from IFLS-1 (1993) to IFLS-5 (2014). The research results reveal that intergenerational income mobility (child farmers-farmers) in Indonesia is relatively high, with a figure of 0.812 which indicates that the level of income dependence of farmer-children on their parents is relatively low. Factors that have a significant influence on increasing the income of farmer children include parental income, education, certain ages, ownership of agricultural land, and the presence of industries/factories in the village environment. However, there are also factors that have a negative effect on the income of farmer children, namely household burdens and working in the agricultural sector. The majority (61%) of farmer children choose to work outside the agricultural sector, this shows a trend of job changes from previous generations. Education and road quality are significant factors that have a positive effect on intergenerational job mobility (child farmers-farmers). However, the variables age, household burden, and the existence of a joint business group (KUBE) have a negative effect on job mobility. Religiosity represented by prayer and recitation has not shown a significant effect in increasing income and improving the economy for farmer children as a whole. However, in the group of farmer children from poor parents, prayer religiosity can significantly suppress intergenerational occupation mobility.

Kata Kunci : antargenerasi, mobilitas, pendapatan, ekonomi, petani, religiositas

  1. S3-2023-450471-abstract.pdf  
  2. S3-2023-450471-bibliography.pdf  
  3. S3-2023-450471-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2023-450471-title.pdf