Laporkan Masalah

Pengaruh Kejenuhan Air Tanah dan Tingkat Naungan terhadap Pertumbuhan Awal Shorea pinanga Scheff dan Shorea stenoptera Burck di PT INHUTANI II Unit Kalimantan Barat

Aris Widya Cahya Prihatina, Dr. Ir. Suryo Hardiwinoto, M. Agr. dan Ir. Dwi T. Adriyanti, M.P.

2009 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Dipterocarp merupakan tumbuhan penghasil kayu dan non kayu. Salah satu anggota Diptercarp adalah tengkawang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tingkat kejenuhan air dan tingkat naungan serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan awal tanaman S. pinanga Scheff dan S. stenoptera Burck. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot. Main plot adalah tingkat kejenuhan air tanah Oenuh dan tidak jenuh), sub plot yang digunakan adalah tingkat naungan, terdiri dari 3 level, yaitu : naungan berat, naungan sedang, dan naungan ringan. Penelitian dilakukan di lapangan dan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejenuhan air tanah tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman S. pinanga dan S. stenoptera. Pertumbuhan S. pinanga dan S. stenoptera lebih baik pada tanah jenuh air, namun pertumbuhan tinggi S. stenoptera lebih baik pada tanah tidak jenuh air. Perbedaan tingkat naungan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter S. pinanga, namun pertumbuhan tinggi dan diameter S. pinanga lebih baik pada tingkat naungan ringan. Perbedaan tingkat naungan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi S. stenoptera, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diametemya. Naungan sedang memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter S. stenoptera ..

Dipterocarp was important plants to produce wood and non wood products. One of Dipterocarp member was tengkawang. This research aimed to know the effect of soil saturation and shading level on the initial growth of Shorea pinanga Scheff and Shorea stenoptera Burck in PT INHUTANI II West Kalimantan. This research was conducted by using split plot design. Main Plot consisted of soil saturation (with and with not have the saturation), sub plot consisted of three shading levels: light, medium, and heavy shading. The observation was conducted in the field and laboratory. The result of research showed that soil saturation did not affect sugnificantly S. pinanga and S. stenoptera growth. Height and diameter growth of S. Pinanga and S. stenoptera was better on soil with the saturation, but height growth better on that with not have saturation. Shading levels did not affect significantly to S. pinanga, but height and diameter growth of S. pinanga was better under light shading level. Shading levels affected significantly to height growth S. stenoptera, but did not affect to diameter growth. Height and diameter growth of S. stenoptera was optimum under medium shading level.

Kata Kunci : Kejenuhan air tanah, tingkat naungan, pertumbuhan tinggi dan diameter S. stenoptera dan S. pinanga.

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf