UJI PROVENANS 12 POPULASI MERBAU (lntsia bijuga (Colebr) O Kuntze) DAN EVALUASI PERTUMBUHANNYA SELAMA 6 BULAN DI WANAGAMA
Rahastu Setiawan , Dr. Sapto Indrioko., S.Hut, MP.
2009 | Skripsi | S1 KEHUTANANMerbau merupakan jenis pohon unggulan yang penting dalam perdagangan dan ketersediaannya semakin langka oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan pemuliaan untuk mendapatkan pohon dengan kualitas kayu yang baik dan sebagai upaya dalam pelestarian. Dalam hal ini uji provenans merupakan kegiatan awal proses pemuliaan untuk mendapatkan benih yang bergenetik unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan hidup tanaman, variasi genetik antar provenans dan besarnya nilai korelasi genetik antar karakter tanaman. Pertanaman uji provenans merbau ini terletak di Petak 18 Rutan Pendidikan W anagama Gunungkidul Y ogyakarta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok atau Randomized Completely Block Design (RCBD) dengan 12 provenans sebagai perlakuan, 5 blok sebagai ulangan dan tiap seedlot terdiri dari 4 treeplot. Hasil penelitian menujukkan bahwa selama 6 bulan kemampuan hidup tanaman sangat baik ditunjukkan dengan persen hidup yang cukup tinggi (88 %) dan belum menunjukan adanya variasi genetik untuk pertambahan tinggi tanaman dan pertambahan diameter batang. Tiga Provenans dengan pertumbuhan tinggi terbaik adalah provenans Marimoi, Sorong, dan Waitama Mambang, sedangkan untuk pertambahan diameter terbaik adalah provenans Perabota dan Rita. Korelasi genetik antara pertumbuhan tinggi tanaman dan diameter batang sampai umur 6 bulan diperoleh nilai positif sebesar 0,67.
Merbau is one of high quality tree species and important in timber trade. Unfortunately, the availability of this tree becomes rare in recent decades. There for need improve the wood quality and to develop the conservation strategy. The provenace test is an initial step in improvement in order to genetically qualified seeds. The aims of this study were to investigate the plant survival, genetic variation, and genetic correlation among the tested plants. The location of this provenace test was at compartment 18 of Wanagama Forest Research Station located in Gunungkidul Regency, Yogyakarta. The planting design was Randomized Completely Block Design with 12 tested provenaces. Each seedlot consisted of 4 treeplots, with 5 blocks as replication . The result indicated that plant suvival was very good, showed by high percentage of plant survival (88 %) and there was no genetic variation found on height and diameter of plant. Three provenans that have greatest growth of height were Marimoi, Sorong and Waitama Mambang. The Provenans with greatest growth of diameter were Provenans Perabota and Rita. The genetic correlation (rG) between the height and diameter until 6 months old was 0.67.
Kata Kunci : Merbau, uji provenans, variasi genetik, korelasi genetik .