PEMODELAN SPASIAL ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN ANALISIS NERACA AIR DAN FUNGSI KAWASAN DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SUB DAS OYO
VERONICA VISCA HERLINDA , Dr. Senawi, MP. dan Wahyu Wardhana, S. Hut., M.Sc.
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan mempunyai kemampuan untuk menyimpan air. Desakan kebutuhan lahan mendorong manusia untulc mengganti lahan hutan menjadi bentuk: penggunaan lahan yang lain. Konversi hutan menyebabkan berkurangnya sumber daya air. Oleh karena itu dibutuhkan suatu arahan penggunaan lahan yang bertujuan untuk keberhasilan pembangunan hutan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Sistem lnformasi Geografis. Perl1itungan neraca air setiap satuan lahan dilakukan dengan metode Thomthwaite Mather. Penetapan fungsi kawasan berdasarkan Undang-Undang Tata Ruang No.26/2007 dengan rnetode penapisan. Pemodelan spasial dirancang dengan Model Builder. Model Builder merupakan salah satu alat yang terdapat dalam ArcGIS. Penentuan arahan penggunaan lahan dilakukan dengan pertimbangan lndeks Kekeringan Air (Ia) dan fungsi kawasan. Berdasarkan basil penelitian diperoleh potensi air (run ojj) Sub DAS Oyo sebesar 147.666.000.000 m3/tahun dan lndeks Kekeringan sebesar 16;94%. Berdasarkan karakteristik fisik lahan dapat diperoleh 7 macrun fungsi kawasan yaitu Kawasah Konservasi Keanekaragaman Hayati 4722,26 Ha (7,05%), Kawasan Konservasi DAS 11.348,62 Ha (16,95%), Kawasan Penyangga 14.824,77 Ha (22,14%), Kawasan Budidaya Rutan Produksi Terbatas 11.516, 26 Ha (17,2%), Kawasan Budidaya Rutan Produksi 3.526,96 Ha (5,26%), Kawasan Budidaya Tanaman Tahunan 6.364,802 Ha (9,51%) dan Kawasan Budidaya Tanaman Semusim dan Pemukiman 14.647,4 Ha (21,88%). Hasil arahan penggunaan lahan dengan pemodelan spasial yaitu hutan 28.915,20 Ha (42,62%), tegalan 11.213,65 Ha (16,53 %), sawah irigasi 3.049,42 Ha (4,49%), sawah tadah hujan 5.827,92 Ha (8,59%), kebun 7.238,44 Ha (10,67%), dan pemukiman 11.597,98 Ha (17, 10 % ). Penggunaan lahan yang baru terbukti mrunpu mengurangi Indeks Kekeringan Sub DAS Oyo dari 16,94% menjadi 15,03%.
Forest has function to save water. Demand on land fosters human to convert forest land become other land uses. Forest land conversion causes water shortage. Therefore, there is needed a land use allocation to support forest establishment. This research used quantitative method and conducted by employing Geographic Information System (GIS). Thomthwite Mather method was used to calculate water balance in each land unit. According to laws on spatial management (No.26/2007), Area Function was determined by applying filtering method. Spatial modeling was designed using Model Builder in Arc GIS. Land use allocation was determinated by considering aridity index (Ia) and area function. Research results showed that actual land uses resulted about 147.666.000.000 m3/year potential water losses (run oft) of Oyo sub-watershed and 16.94 % for aridity index. Based on sub-watershed's phy????_ical characteristic, there were 7 area functions, i.e., biodiversity conservation area 4 722,26 Ha (7,05%), watershed conservation area 11.348,62 Ha (16,95%), buffer area 14.824,77 Ha (22,14%), limited production forest cultivation area 11.516, 26 Ha (17,2%), production forest cultivation area 3.526,96 Ha (5,26%), annual crops cultivation area 6.364,802 Ha (9,51%), and residences and seasonal crops cultivation area 14.647,4 Ha (21,88%). The results of land use allocation were forest 28.915,20 Ha (42,62%), dry field 11.213,65 Ha (16,53 %), irrigated field 3.049,42 Ha (4,49%), rain dependent field 5.827,92 Ha (8,59%), garden 7.238,44 Ha (10,67%), and residences 11.597,98 Ha (17,10 %). This land use allocation could reduce aridity index that occurred at Oyo sub- watershed from 16, 94% to 15,03%.
Kata Kunci : pemodelan spasial, potensi air, fungsi kawasan, arahan penggunaan lahan