Persepsi masyarakat terhadap pelayanan administratif pasca pemekaran wilayah Kabupaten Kapuas :: Studi kasus pada Kabupaten Pulang Pisau
SUDIANA, Agus, Dr. Riswandha Imawan, MA
2003 | Tesis | S2 Ilmu PolitikBerbagai macam keluhan masyarakat yang masih belum juga merasa puas terhadap penyelengaraan pelayanan mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan masih sangat rendah. Permasalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana persepsi masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau terhadap pelayanan administratif pasca pemekaran wilayah Kabupaten Kapuas?†Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitif. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif yakni dengan mempelajari secara instensif fenomena–fenomena yang telah terjadi dan belum terungkap secara eksplisit. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner. Dalam penelitian ini, jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 50 subyek. Dalam penelitian ini, kualitas pelayanan administratif diukur dari empat indikator, yaitu ketepatan waktu pelayanan, kemudahan dalam pengajuan, akurasi pelayanan yang bebas dari kesalahan, dan biaya atas pelayanan yang diterima Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dalam rata-rata kualitas pelayanan administratif secara total antara periode sebelum pemekaran wilayah dengan periode setelah pemekaran wilayah. Masyarakat mempersepsikan bahwa kualitas pelayanan administratif setelah pemekaran wilayah lebih tinggi daripada kualitas pelayanan administratif sebelum pemekaran wilayah. Apabila dilihat dari masing-masing indikator yang menentukan kualitas pelayanan administratif, maka juga menunjukkan bahwa pada seluruh indikator penentu kualitas pelayanan administratif menunjukkan peningkatan pada periode setelah pemekaran wilayah dibandingkan dengan periode sebelum pemekaran wilayah. Peningkatan dalam kualitas pelayanan administratif ini bisa dikaitkan dengan perubahan yang mungkin terjadi dalam paradigma pelayanan yang selama ini menempatkan aparat dengan birokrasinya pada posisi yang harus dilayani, tetapi harus berubah kepada paradigma yang menempatkan pengguna jasa (konsumen) pada posisi yang lebih tinggi. Walaupun terjadi peningkatan dalam indikator kualitas pelayanan administratif, namun pada kenyataannya masih ditemukan beberapa masalah yang menyebabkan pelayanan administratif itu sendiri tidak efisien, misalnya masih ditemukan tidak konsistennya antara waktu tunggu dengan waktu penyelesaiannya, aparat tidak siap dalam mengantisipasi penumpukan atau beban kerja yang mengalami peningkatan secara drastis, dan adanya oknum yang memanfaatkan situasi dengan menarik ongkos lebih besar.
There are many society’s complaint because of their unsatisfaction to the service delivering and it indicates a low quality services. The problem of this research is “what is communities perception of administrative service quality improvement in Pulang Pisau Regency after area division of Kapuas Regency?†The type of this research is analytical descriptive research. This research uses explorative method by studying the phenomenon intensively that hadn’t been explicitly explored. In this research, the samples taken are 50 subjects. In this research, the administrative service quality is determined by four indicators, they are service timeliness, ease in process, service accuracy and the expense of service. The result of research shows that there’s a total improvement of administrative service quality on average between the period of before and after area division. Communities perceive that the administrative service quality is higher in the period of after area division compared to before area division. In each indicator determining administrative service quality, it shows that all the indicators determining administrative service quality is improved in the period after area division compared to before area division. The improvement of administrative service quality can be associated to the changes of paradigm. In old service paradigm, the deliverer of service together with its bureaucrat is in the position to be served, while in new service paradigm it tends to place the service user (customer) in the higher position. Although there are an improvement in the administrative service quality, but in reality there are many problem causing inefficiency of administrative service, such as inconsistency between waiting time and the finishing time, apparatus hasn’t been ready to anticipate the workload that increases drastically, and there are apparatus that use the situation to charge more expense.
Kata Kunci : Politik, Pemekaran Wilayah, Persepsi Masyarakat