Strategi Adaptasi Keruangan Untuk Fungsi Dapur Pada Rumah KPR Bersubsidi Tipe 36 Di Perumahan Griya Mahoni, Aceh Barat
Hissa Arfira, Dr.Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., IPM.
2023 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur
Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu program yang disediakan oleh pemerintah yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah dalam memenuhi kebutuhan rumah karena memiliki harga yang terjangkau. Dikenal dua jenis KPR yang saat ini sudah tersebar di seluruh Indonesia yaitu KPR bersubsidi dan non-subsidi. KPR bersubsidi sudah tersebar hingga ke Provinsi Aceh salah satunya di Kabupaten Aceh Barat yaitu rumah KPR bersubsidi yang terdapat pada perumahan Griya Mahoni Aceh Barat.
Berdasarkan hasil observasi awal (grandtour) ditemukan beberapa fenomena seperti terjadinya perubahan fisik pada rumah KPR bersubsidi tipe 36 m2 menyebabkan rumah tersebut berubah dari bentuk aslinya. Selain itu juga terdapat suatu fenomena ketidaktersediaan ruang dapur pada rumah menyebabkan penghuni melakukan berbagai bentuk adaptasi pada huniannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi adaptasi keruangan untuk fungsi dapur yang dilakukan penghuni pada rumah tipe 36 m2 dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi strategi adaptasi keruangan untuk fungsi dapur yang dilakukan oleh penghuni, sebagai wujud penyesuaian untuk memenuhi kebutuhan penghuni agar memiliki ruang yang dapat difungsikan sebagai ruang dapur. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus tipe single case dengan metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif eksploratif untuk menaganalisis mengenai strategi adaptasi keruangan untuk fungsi dapur yang dilakukan penghuni dan interpretasi kualitatif untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi stratedi adaptasi yang dilakukan oleh penghuni.
Hasil penelitian yang telah didapatkan menunjukkan bahwa terdapat 4 strategi adaptasi yang telah dilakukan penghuni pada rumah KPR bersubsidi tipe 36 m2 di Perumahan Griya Mahoni, Aceh Barat yaitu convertible, adjustable, versatile dan scalable. Keempat temuan strategi adaptasi tersebut dapat dikategorikan menjadi core adaptasi (convertible, adjustable) dan penunjang adaptasi (versatile dan scalable). Sedangkan faktor mempengaruhi terjadinya adaptasi untuk keruangan fungsi dapur pada rumah bersubsidi tipe 36 m2 disebabkan oleh dua belas faktor yaitu keterbatasan ruang, ketersediaan/ketidaktersediaan biaya, lama tinggal, status kepemilikan rumah, jumlah anggota keluarga, sosial budaya, kondisi luasan dapur, aktivitas ruang dapur meningkat, ketidaknyamanan dalam beraktivitas, posisi rumah, kapasitas tempat penyimpanan/furniture terbatas dan jumlah peralatan tempat memasak/barang-barang rumah tangga.
The Housing mortgage (KPR) is a government program designed to facilitate affordable housing for people, particularly those with low income. Two types of KPR are currently prevalent throughout Indonesia: subsidized and non-subsidized KPR. Subsidized housing mortgages (KPR) have expanded to Aceh Province, including Aceh Barat Regency. Notably, subsidized KPR houses are located in the Griya Mahoni housing complex, Aceh Barat. Based on the grand tour findings, various phenomena were observed, including physical alterations in the 36 m2 subsidized housing mortgage, leading to changes in the house's original structure. Additionally, there is a phenomenon of a lack of kitchen space in the house, prompting residents to adopt various forms of adaptation. This research aims to describe how residents in a 36 m2 house carry out spatial adaptation strategies for the kitchen function. It also seeks to identify the factors influencing these strategies, as residents adjust to meet their needs for a usable kitchen space. This research uses a single case type case study method with the analytical method used, namely exploratory descriptive to analyze spatial adaptation strategies for kitchen functions carried out by residents and qualitative interpretation to identify factors that influence the adaptation strategies carried out by residents. The obtained research results indicate that residents in the 36 m2 subsidized housing mortgage (KPR) in Griya Mahoni Housing, Aceh Barat, have implemented four adaptation strategies: convertible, adjustable, versatile, and scalable. The four adaptation strategy findings can be categorized into core adaptation (convertible, adjustable) and supporting adaptation (versatile and scalable). Meanwhile, the factors influencing adaptation to the kitchen function space in 36 m2 subsidized houses are attributed to twelve factors: limited space, availability/unavailability of costs, length of stay, home ownership status, number of family members, social culture, condition of kitchen area, increases in kitchen room activities, discomfort in activities, position of the house, limited storage/furniture capacity, and number of cooking equipment/household items.
Kata Kunci : Strategi, Adaptasi, Dapur, Rumah Tipe 36 m2