Gambaran Pola Kuman Dan Uji Sensitivitas Antibiotik Pada Ibu Hamil Dengan Ketuban Pecah Dini Di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta
Annisa Mutiara Insani, dr. Muhammad Lutfi, Sp.O.G, Subsp. F.E.R; dr. Irwan Taufiqur Rachman, Sp.O.G, Subsp. K.F.M
2023 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Latar Belakang:
Angka kejadian ketuban pecah dini berkisar antara 5-15% pada seluruh kehamilan di dunia, dan berkisar 4,5-7,6% di Indonesia. Di RSUP dr. Sardjito insidensi KPD preterm pada tahun 2020 sebanyak 20?ri seluruh persalinan. Infeksi merupakan penyebab paling umum dari KPD. Infeksi pada genitalia terutama di servik uteri dapat menyebabkan infeksi subklinis dan asimptomatis secara asenden. Mikroorganisme yang paling banyak ditemukan pada pasien ketuban pecah dini pun berbeda-beda tergantung daerah maupun karakteristik pasien tersebut. Pola kuman yang berbeda-beda pun menyebabkan sensitivitas antibiotik yang berbeda pula untuk tiap daerah. Pada penelitian ini, peneliti bertujuan untuk meneliti pola kuman dan sensitivitas antibiotik pada ibu hamil dengan ketuban pecah dini di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta.
Metode:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional prospektif untuk mengetahui gambaran pola kuman dan pola sensitifitas dan resistensi antibiotik pada ibu hamil dengan ketuban pecah dini yang dilakukan pemeriksaan swab pada vagina. Metode pengambilan sampel adalah consecutive sampling.
Hasil:
Bakteri yang paling banyak ditemukan adalah bakteri gram negatif (58,1%). Bakteri gram negatif terbanyak adalah Escherichia coli sebanyak 14 kasus (25,5%). Escherichia coli paling sensitif terhadap pipercalllin/tazobactam, ertapenem dan meropenem, dan paling resisten terhadap ampisilin (42,8%). Secara keseluruhan, antibiotik paling sensitif adalah piperacillin/tazobactam (90,0%), sementara antibiotik paling resisten adalah cefazolin (63,6%). Ampisilin sulbactam memiliki tingkat resistensi yang rendah dan kepekaan yang tinggi terhadap bakteri gram negatif dan positif.
Kesimpulan:
Escherichia coli menjadi bakteri paling banyak ditemukan pada kasus KPD di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta. Antibiotik yang paling sensitif pada penelitian ini ditemukan piperacillin/tazobactam dan antibiotik yang paling resisten pada penelitian ini adalah cefazolin. Ampisilin sulbactam adalah antibiotik yang dapat direkomendasikan sebagai profilaksis pada kasus KPD di RSUP dr. Sardjito.
Background:
The occurrence of premature rupture of membranes (PROM) ranges from 5-15% in all pregnancy worldwide, and 4,5-7,6% in Indonesia. At dr. Sardjito Hospital, the incidence of PPROM in 2020 was 20% of all births. Infection is the most common cause of PROM. Infection of the genitalia, especially in the cervix uteri, can cause ascending subclinical and asymptomat ic infections. The most commo n microorganisms found in patients with PROM also vary. Different patterns of bacteria also cause different sensitivity to antibiotics for each region. In this study, the researchers aimed to investigate the pattern of bacteria and antibiotic sensitivity in pregnant women with PROM at dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta.
Method:
This study was a prospective observational descriptive study to describe the pattern of bacteria and the pattern of antibiotic sensitivity/resistance in pregnant women with PROM who had vaginal swab examined. The sampling method is consecutive sampling.
Results:
The most bacteria found in this study was gram-negative (58.1%). The most Gram- negative bacteria found were Escherichia coli (25.5%). Escherichia coli was found to be most sensitive to piperacillin/tazobactam, ertapenem and meropenem and most resistant to ampicillin (42.8%). The most sensitive antibiotic overall was piperacillin/tazobactam (90.0%), while the most resistant antibiotic was cefazolin (63.6%). Ampicillin-sulbactam had low level of resistance and high sensitivity toward gram-negative and positive bacteria.
Conclusion:
Escherichia coli are the most common bacteria in cases of PROM at dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. Piperacillin/tazobactam was found to be the most sensitive antibiotic in this study and the most resistant antibiotic in this study was cefazolin. Ampicillin-sulbactam is an antibiotic that can be recommended as a prophylaxis for PROM at dr. Sardjito hospital.
Kata Kunci : Pola antibiotik, Pola bakteri, ketuban pecah dini/Antibiotic pattern, Bacterial pattern, premature rupture of membrane