Laporkan Masalah

Analisis Peran Konsep Diri dan Lingkungan Pengasuhan terhadap Kesejahteraan Subjektif Remaja

Madeline Cantika Tjandra, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., MPsych., Ph.D., Psikolog

2023 | Skripsi | PSIKOLOGI

Kesejahteraan subjektif telah menjadi isu yang diperhatikan dalam skala nasional maupun internasional. Pada usia remaja, konsep diri dan lingkungan pengasuhan dapat turut berperan dalam mewujudkan kesejahteraan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konsep diri dan lingkungan pengasuhan (di panti asuhan dan keluarga) terhadap kesejahteraan subjektif remaja. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Children’s Worlds Subjective Well-Being Scale dan Six-Factor Self-Concept Scale. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini terdiri atas 54 remaja panti asuhan (usia M=15.78, SD=1.997) dan 66 remaja yang tinggal dalam keluarga (usia M=15.68, SD=1.764). Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri berperan terhadap kesejahteraan subjektif remaja, namun lingkungan pengasuhan tidak berperan terhadap kesejahteraan subjektif remaja. Selain itu, ditemukan pula adanya hubungan antara usia dengan konsep diri remaja.

Subjective well-being has become an issue of concern at both the national and international levels. In adolescence, self-concept and nurturing environment can contribute to subjective well-being. This study aims to determine the role of self-concept and nurturing environment (in orphanage and family) on adolescent subjective well-being. The measurement tools used in this study were the Children's Worlds Subjective Well-Being Scale and the Six-Factor Self-Concept Scale. The participants involved in this study consisted of 54 adolescents living in an orphanage (age M=15.78, SD=1.997) and 66 adolescents living in a family (age M=15.68, SD=1.764). Research analysis was conducted using multiple linear regression. The results of the study showed that self-concept was a predictor of adolescent subjective well-being, but nurturing environment was not a predictor of adolescent subjective well-being. In addition, a relationship between age and adolescent self-concept was found.

Kata Kunci : kesejahteraan subjektif, konsep diri, lingkungan pengasuhan, remaja

  1. S1-2023-442889-abstract.pdf  
  2. S1-2023-442889-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-442889-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-442889-title.pdf