Perbandingan Efektivitas dan Keamanan Regimen Klozapin-Haloperidol dengan Klozapin-Risperidon Pada Pasien Skizofrenia Rawat Inap di RSJ Prof.Dr.Soerojo Magelang
Maria Sri Ayu Mustikawati, Dr. dr. Bambang Hasta Yoga LB, Sp.KJ; Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati
2023 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik
Pengobatan skizofrenia menggunakan obat dari golongan antipsikotik baik monoterapi maupun kombinasi. Kombinasi antipsikotik klozapin-haloperidol dan klozapin-risperidon banyak digunakan pada pasien skizofrenia di rawat inap. Klozapin merupakan antipsikotik golongan atipikal pertama yang memiliki efektivitas tinggi dan efek samping ekstrapiramidal rendah, sehingga menjadi antipsikotik dasar dalam kombinasi. Klozapin dalam kombinasi membutuhkan obat antipsikotik lain dengan potensi yang tinggi seperti haloperidol dan risperidon untuk meningkatkan blokade di reseptor D2. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan keamanan regimen klozapin-halopridol dengan klozapin-risperidon yang digunakan pasien skizofrenia di rawat inap.
Rancangan penelitian ini adalah observasional kohort retrospektif, dengan pengambilan data berdasarkan rekam medis pasien diagnosis skizofrenia di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, yang dirawat inap pada periode Januari 2021 - Juni 2023. Subjek yang diperoleh dalam penelitian sebanyak 142 orang, dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 71 orang. Efektivitas dilihat berdasarkan selisih skor PANSS-EC pre dan post, serta perbaikan kondisi klinis melalui skor PANSS-EC akhir mencapai nilai ?15. Sedangkan keamanan regimen antipsikotik dilihat dari kejadian efek samping obat. Analisis statistik yang digunakan antara lain chi-square test, Fisher’s exact test, Mann-Whitney test, general linear model, dan binary logistic regression.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan skor PANSS-EC pada kelompok klozapin-haloperidol dan klozapin-risperidon antara lain 10 dan 11. Meskipun demikian, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik diantara kedua kelompok regimen antipsikotik, baik terkait selisih PANSS-EC (p=0,326), maupun perbaikan kondisi klinis berdasarkan skor PANSS-EC akhir (p=0,111). Selain itu, tidak terdapat perbedaan signifikan terkait kejadian efek samping obat diantara kedua kelompok (p=0,422). Kasus efek samping terbanyak adalah sindrom ekstrapiramidal dengan total kasus 18, dan kasus dominan terjadi pada kelompok klozapin-haloperidol (13 kasus) dengan p=0,044. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regimen antipsikotik klozapin-haloperidol dan klozapin-risperidon dapat saling menggantikan dalam penggunaan pada praktek klinis. Selain itu, klozapin-risperidon.lebih dapat ditoleransi terkait efek samping ekstrapiramidal.
Schizophrenia treatment uses drugs from antipsychotic group both monotherapy and combination. The antipsychotics combination of clozapine-haloperidol and clozapine-risperidone is widely used in schizophrenia inpatients. Clozapine is the first atypical antipsychotic that has high effectiveness and low extrapyramidal side effects. Clozapine in combination requires other antipsychotic drugs with high potency such as haloperidol and risperidone to enhance blockade at D2 receptors. This study aims to compare effectiveness and safety of clozapine-halopridol regimen with clozapine-risperidone used by schizophrenia inpatients.
The research design used was retrospective cohort observational, data collection based on medical records of patients diagnosed with schizophrenia at Prof. Dr. Soerojo Magelang Mental Hospital, who were hospitalized in the period January 2021 - June 2023. The subjects were 142 people, divided into two groups with 71 people each. Effectiveness was assessed by the difference in pre and post PANSS-EC scores, as well as improvement in clinical condition through the final PANSS-EC score reaching a value of ?15. Meanwhile, safety of antipsychotic regimens was assessed from incidence of drug side effects. Statistical analysis used included chi-square test, Fisher's exact test, Mann-Whitney test, general linear model, and binary logistic regression.
The average of PANSS-EC scores decrease in clozapine-haloperidol and clozapine-risperidone groups are 10 and 11. However, there was no statistically significant difference between the two groups in terms of PANSS-EC difference (p=0.326), or improvement in clinical condition by the final PANSS-EC score (p=0.111). In addition, there was no significant difference in the incidence of adverse drug events between the two groups (p=0.422). The most common adverse event was extrapyramidal syndrome with a total of 18 cases, and the dominant case occurred in clozapine-haloperidol group (13 cases) with p=0.044. This study concluded that clozapine-haloperidol and clozapine-risperidone antipsychotic regimens are interchangeable in clinical practice. In addition, clozapine-risperidone is better tolerated regarding extrapyramidal side effects.
Kata Kunci : Skizofrenia, kombinasi antipsikotik, efektivitas terapi, keamanan