Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum Menggunakan Tanah Kas Desa; Studi Kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta
Eduardo Kayona, Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, S.H., M.Hum.
2023 | Skripsi | ILMU HUKUM
Penulisan Hukum ini memiliki tujuan akhir
untuk mengetahui dan menganalisis implementasi penegakan hukum pada perkara
tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengadaan tanah untuk kepentingan
umum menggunakan tanah kas desa di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penelitian dalam Penulisan Hukum ini termasuk
ke dalam jenis penelitian normatif yang ditunjang dengan data-data empiris yang
diperoleh dari pendapat responden melalui mekanisme wawancara. Analisis
penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menguraikan secara deskriptif
yang disusun secara sistematis sehingga memudahkan para pembaca dalam memahami
substansi dari penelitian ini secara komprehensif.
Hasil Penelitian yang Penulis temukan ialah,
pertama, pengaturan dalam hukum positif di Indonesia mengenai pengadaan tanah
untuk kepentingan umum menggunakan tanah kas desa di Daerah Istimewa Yogyakarta
masih belum diatur secara komprehensif. Hal ini menimbulkan potensi terjadinya
korupsi dalam empat tahap pengadaan tanah untuk kepentingan umum menggunakan
tanah kas desa dalam berbagai bentuk. Kedua, akibat peraturan yang tidak diatur
secara komprehensif dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi masih
menemui persoalan pada segi substansi hukum, struktur hukum, dan budaya hukum
sehingga masih menimbulkan celah terjadinya tindak pidana korupsi dalam
pengadaan tanah untuk kepentingan umum menggunakan tanah kas desa.
This Legal writing has the goal
of knowing and analyzing the implementation of law enforcement in corruption
cases related to land acquisition for the public interest using village
treasury land in Yogyakarta area.
The research in this Legal
Writing is included in the type of normative research supported by empirical
data obtained from respondents’ opinions through an interview mechanism. The
analysis of this research is carried out qualitatively by describing
descriptively arranged systematically so as to facilitate the readers in
understanding the substance of this research comprehensively.
The result of the research
that the Author finds are, first, the regulation in positive law in Indonesia
regarding land acquisition for the public interest using village treasury land
in Yogyakarta is still not comprehensively regulated. This creates the
potential for corruption in the four stages of land acquisition for publice
purpose using village treasury land in various form. Second, as a result of
regulations that are not comprehensively regulated in law enforcement against
criminal acts of corruption, there are still obstacles in terms of legal
substance, legal structure, and legal culture so that it still creates a loop
hole for criminal acts of corruption in land acquisition for the public
interest using village treasury land.
Kata Kunci : Tindak Pidana Korupsi, Pengadaan Tanah, Kepentingan Umum, Tanah Kas Desa