Laporkan Masalah

Non Resistensi di Tengah Degradasi Lingkungan dan Marginalisasi Ekonomi Masyarakat Pulau Majang di Taman Nasional Danau Sentarum

PRISELA GLORIA TIFANI, Dr. Nanang Indra Kurniawan, S.I.P., M.P.A

2023 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Resistensi atau perlawanan merupakan sebuah perilaku atau tindakan melawan sesuatu yang menyerang, atau menolak untuk menerima sesuatu. Umumnya perlawanan ini akan muncul ketika sesuatu yang diharapkan atau yang diinginkan secara kenyataan tidak didapatkan secara ideal. Namun tidak jarang ditemukan adanya non resistensi meskipun terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan yang diharapkan dan jauh dari kata ideal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat non resistensi di tengah fenomena degradasi lahan dan marginalisasi ekonomi warga akibat perkebunan sawit di Pulau Majang, Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) menggunakan teori relative deprivation. Peneliti meminjam teori pertama dari Bebbington & Bebbington (2018) yang menjelaskan ada 2 faktor, yaitu faktor pemaknaan akan tempat/ ruang dan faktor development. Kedua, menurut Scott (1987) menjelaskan bahwa faktor seseorang tidak melawan bisa jadi ada 2 faktor, yaitu faktor kultural dan juga faktor leadership. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perlawanan dari warga meskipun terjadi degradasi lingkungan seperti pencemaran air danau dan terjadinya marginalisasi ekonomi. Meskipun begitu warga di lapangan juga mengeluhkan apabila terjadi pencemaran dan kesulitan dalam hal mata pencaharian mereka untuk menangkap ikan. Warga juga turut berpartisipasi aktif dalam program-program yang diadakan pemerintah yang berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan. Temuan menarik dari penelitian ini terdapat faktor yang mempengaruhi kenapa resistensi tidak muncul, sehingga masyarakat non resistensi terhadap fenomena yang terjadi. Faktor kurangnya informasi, tidak adanya pemimpin yang menjadi pemicu, dan tidak terjalinnya networking mengakibatkan perlawanan tidak muncul di Pulau Majang.

Resistance or opposition refers to a behavior or action that opposes or rejects something that is perceived as attacking or not meeting expectations. It is a common response when desired outcomes are not achieved as anticipated. However, there are instances where individuals do not exhibit resistance, even in situations where circumstances fall short of ideal conditions. This research aims to explore the phenomenon of non-resistance amidst land degradation and economic marginalization caused by palm oil plantations in Majang Island, Lake Sentarum National Park, using the theory of relative deprivation. The study draws on the work of Bebbington & Bebbington (2018), who identify two factors: the significance individuals attach to their environment and the developmental aspect. Additionally, Scott (1987) proposes that cultural factors and leadership play a role in the absence of resistance. The research findings reveal that despite environmental degradation, such as lake pollution, and economic marginalization, the local residents do not display resistance. However, they express concerns about pollution and the challenges they face in their livelihoods, particularly in fishing. It is noteworthy that the residents actively participate in government programs related to forest fire management. The intriguing aspect of this study lies in the identification of factors that contribute to the absence of resistance in the Majang Island community. These factors include a lack of information, the absence of influential leaders, and the lack of networking opportunities, all of which contribute to the absence of resistance in Majang Island.

Kata Kunci : Perlawanan, Pulau Majang, TNDS, Relative Deprivation, Non Resistensi

  1. S2-2023-466964-abstract.pdf  
  2. S2-2023-466964-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-466964-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-466964-title.pdf