Laporkan Masalah

Dampak giliran kerja, suhu, dan kebisingan terhadap kelelahan kerja di PT Nansari Prima Plywood di Kabupaten Muaro Jambi Propinsi Jambi

ZUNIDRA, Dr.dr. Lientje Setyawati Maurits, MS.,SpOK

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Perkembangan industri yang pesat dan persaingan ketat antar perusahaan menimbulkan konsekuensi kepada manajemen perusahaan dalam hal pengaturan tenaga kerja untuk bekerja secara bergilir. Pengoperasian alatalat secara terus menerus selama dua puluh empat jam menyebabkan giliran kerja mutlak diperlukan, sehingga dampak yang diakibatkan dari giliran kerja tersebut tidak dapat dihindarkan yang memungkinkan timbulnya dampak negatif pada tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan timbulnya perasaan kelelahan kerja pada giliran kerja siang dan giliran kerja malam, dan untuk mengetahui perbedaan kecepatan timbulnya perasaan kelelahan kerja pada suhu dan bising dibawah NAB dengan suhu dan bising diatas NAB serta pengaruh suhu kerja dan kebisingan terhadap perasaan kelelahan kerja. Jenis penelitian ini non eksperimental dengan rancangan cross sectional dengan pendekatan point time. Penelitian ini dilakukan pada seluruh karyawan di bagian produksi PT Nansari Prima Plywood Kabupaten Muaro Jambi Propinsi Jambi. Jumlah sampel penelitian adalah 144 orang yang terbagi 72 orang giliran kerja siang dan 72 orang giliran kerja malam. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu giliran kerja, suhu kerja dan tingkat kebisingan, dan variabel terikat yaitu perasaan kelelahan kerja yang diukur dengan kuesioner KAUPK2. Analisis data menggunakan analisis t-test independent. Hasil uji statistik menunjukkan sebelum bekerja tidak ada perbedaan yang bermakna (P>0,05), namun pada saat setelah bekerja terdapat perbedaan yang bermakna (P<0,05), rerata skor perasaan kelelahan kerja giliran kerja siang sebesar (48,5282) lebih rendah daripada giliran kerja malam (57,3613). Berarti perasaan kelelahan kerja pada giliran kerja malam jauh lebih tinggi dibanding giliran kerja siang. Sedangkan perasaan kelelahan kerja pada suhu dan bising dibawah dan diatas NAB sebelum bekerja pada giliran kerja siang dan giliran kerja malam tidak ada perbedaan yang bermakna (P>0,05), tetapi setelah bekerja terdapat perbedaan yang bermakna (P<0,05). Perasaan kelelahan kerja pada suhu dan bising diatas NAB terdapat perbedaan yang bermakna (P<0,05). Suhu dan kebisingan dapat berpengaruh terhadap timbulnya perasaan kelelahan kerja.

The rapid industrial development and hard competition among companies result in knowing manpower to have work shift. Continuous 24-hour operation of equipment result in work shift that in the long run, there is a negative effect on manpower. This study was aimed to find out the difference of tiredness between day and night shifts and also to find out the tiredness difference between temperature and noise under lower limit and that above upper limit as well as its effect of temperature and noise on tiredness. This was a non-experimental study with a cross-sectional design and a point-time approach. This study was done among all staff of production department, PT Nansari Prima Plywood in Muaro Jambi regency, Jambi province. There were 144 samples divided into 72 samples of day shift and 72 night shift samples. The independent variables were shift, temperature and noise; while the dependent variables were tiredness measured through KAUPK 2 questionnaires. Data were analyzed using t-test independent sample analysis. The statistical analysis showed that there was no significant difference between tiredness before working (p>0.05), but after working there was a significant difference (p<0.05). In average, the tiredness of day shift was 48.5282 which was lower than the night shift (57.3613). Thus, tiredness of night shift was higher than that of day shift; meanwhile, tiredness of temperature and noise under lower limit and above upper limit before did not show significant different (p>0.05) but after working there was significant different (p<0.05). Tiredness of temperature and noise under lower limit after working showed significant difference (p<0.05). High temperature and noise affect tiredness of work as seen from the average rate.

Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Kelelahan,Giliran Kerja, Suhu dan Kebisingan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.