Laporkan Masalah

Kualitas Hidup Pengguna Warfarin pada Pasien Gagal Jantung Kongestif di RSUD Kardinah Kota Tegal

Fadhila Aninda Putri, Dr.apt. Fita Rahmawati, Sp.FRS

2023 | Skripsi | FARMASI

Gagal jantung kongestif menempati posisi kedua sebagai penyakit paling mematikan di Indoensia. Terapi gagal jantung kongestif salah satunya dengan pemberian antikoagulan oral warfarin. Salah satu aspek keberhasilan terapi terlihat dari adanya peningkatan kualitas hidup setelah diberikan antikoagulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas hidup pengguna warfarin pada pasien gagal jantung kongestif dan perbedaan tingkat kualitas hidup yang dikaitkan dengan sosiodemografi selama menggunakan terapi antikoagulan. 

Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di instalasi rawat jalan kardiovaskular RSUD Kardinah Kota Tegal dengan menggunakan kuesioner Duke Anticoagulant Satisfaction Scale (DASS). Kriteria inklusi pasien kardiovaskular rawat jalan serta penggunaan antikoagulan oral warfarin selama > 2 bulan. Selain pengukuran dengan DASS, penelitian ini menguji adanya perbedaan berdasarkan sosiodemografi yang di uji dengan t-test. Sosiodemografi yang diuji meliputi jenis kelamin, usia, status pendidikan dan status pekerjaan.   

Dari 34 responden, didapatkan angka rata-rata kualitas hidup sebesar 45,32 (±7,21). Hasil ini menunjukkan bahwa pasien memiliki kualitas hidup yang baik setelah diberikan terapi warfarin. Berdasarkan penelitian ini tidak ditemukan adanya perbedaan kualitas hidup yang signifikan berdasarkan sosiodemografi dan aspek klinis (p>0,05). 


Congestive heart failure was in second place as the deadliest disease in Indonesia. One way to treat congestive heart failure is by administering the oral anticoagulant warfarin. One aspect of the success of therapy can be seen from the improvement in quality of life after being given anticoagulants. This study aims to determine the level of quality of life of warfarin users in congestive heart failure patients and the differences in quality of life levels.

This research was a cross-sectional study conducted at the cardiovascular outpatient installation of RSUD Kardinah, Kota Tegal using the Duke Anticoagulant Satisfaction Scale (DASS) questionnaire. Inclusion criteria included cardiovascular outpatient patients who had been using oral anticoagulant warfarin for more than 2 months. In addition to measuring with the DASS, this study tested for differences based on sociodemographic factors using t-tests. The sociodemographic factors tested included gender, age, educational status, and employment status.

Of the 34 respondents, the average quality of life figure was 45.32 (±7.21). These results indicate that patients have a good quality of life after being given warfarin therapy. Based on this research, no significant differences in quality of life were found based on sociodemographic and clinical aspects (p>0.05).


Kata Kunci : antikoagulan oral, kardiovaskular, kualitas hidup, DASS

  1. S1-2023-426695-abstract.pdf  
  2. S1-2023-426695-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-426695-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-426695-title.pdf