Implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Sektor UMKM di Kota Kendari
Muhammad Rizki Ramadhan, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, M.Si
2023 | Tesis | S2 Ilmu Administrasi Negara
Pemerintah saat ini sedang bergulat dengan isu pemulihan dan pembangunan kembali ekonomi di tengah epidemi COVID-19, khususnya yang berkaitan dengan usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM). Tujuan penelitian adalah untuk memberikan analisis komprehensif mengenai pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif untuk menjelaskan pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kota Kendari. Hal ini dicapai melalui wawancara dengan lima pemangku kepentingan utama, yaitu pemerintah Kota Kendari, perwakilan sektor swasta, anggota masyarakat, akademisi, dan profesional media. Laporan studi ini dibuktikan dengan menggunakan alat analitik N-Vivo 12+ untuk menganalisis data wawancara dan observasi lapangan. Temuan studi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program PEN dijalankan secara efektif, selaras dengan substansi kebijakan dan lingkungan kebijakan yang telah ditetapkan. Para pelaksana mempunyai dedikasi yang kuat untuk memenuhi kebutuhan mendasar dalam proses rekonstruksi ekonomi menengah dan mikro. Komunikasi yang kuat antar aktor memainkan peran penting dalam menentukan harga program, sehingga memberikan dampak besar pada aksesibilitas dan pencapaian program. Tercatat, setiap peserta UMKM di Kota Kendari diberikan bantuan dana sebesar 1,2 juta rupiah yang dikenal dengan program BPUM (Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro). Implementasi strategi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dilakukan pemerintah dengan fokus khusus pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui inisiatif BPUM terbukti memberikan manfaat yang besar bagi para pelaku UMKM, khususnya di kota. Kendari. Implementasi dan realisasi program kebijakan disusun dalam beberapa tahap. Tahap awal menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 75%, sedangkan tahap selanjutnya menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi yaitu 95%. Keberhasilan program PEN bergantung pada perencanaan yang cermat, pelaksanaan yang komprehensif, dan penilaian ekstensif yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kendari dan pemangku kepentingan lain yang terlibat. Berdasarkan penilaian terhadap kebijakan program, keberhasilan implementasinya mungkin disebabkan oleh kesesuaiannya dengan pedoman yang diberikan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Penyelarasan ini mempertimbangkan substansi kebijakan dan lingkungan kebijakan yang berlaku, serta berbagai variabel yang mempengaruhinya. Bukti kemajuan pesat ditunjukkan dengan tercapainya tingkat keberhasilan sebesar 95?lam jangka waktu singkat. Penerapan sistem sosialisasi yang memerlukan kolaborasi antar beberapa pemangku kepentingan, dapat dilaksanakan secara bertahap bersama pihak berkepentingan lainnya. Proses penyampaian informasi melalui teknik jemput bola serta pertemuan langsung dan daring memungkinkan sinkronisasi data pelaku UMKM menjadi efisien dan akurat. Hal ini memastikan seluruh pelaku UMKM mendapatkan sasaran yang tepat dengan informasi yang terpercaya. Implementasi kebijakan program PEN UMKM yang efektif memerlukan penyertaan istilah pemantauan, karena menjamin terlaksananya secara komprehensif berbagai komponen yang terkait dengan program.
Public policies are primarily formulated to address public issues that frequently arise, necessitating substantial consideration in the form of formalized policies. Addressing intricate public issues necessitates the implementation of a meticulously designed policy framework, which is established via a series of methodical activity initiatives. In light of these challenges, the government is currently grappling with the issue of economic recovery and rebuilding within the COVID-19 epidemic, particulary in relation to small, medium, and micro enterprises (MSMEs). The objective of study is to provide a comprehensive analysis of the execution of the national economic recovery progam (PEN) within the micro, smal, and medium enterprises (MSMEs) sector Kendari Citt. The study employed descriptive qualitative research methodologies to elucidate the implementation of the Progam for Empowering the Micro, Smal, and Medium Enterprises (PEN) in Kendari City. This was achieved, via conducting interviews with five key stakeholders, namely the Kendari City administration, private sector reprensentatives, community members, academics, and media professionals. The study report was substantiated by employing the N-Vivo 12+ analytic tool to analyze interview data and field observations. The findings of the study indicate that the execution of the PEN Progam is being executed effectively, aligining with the prescribed policy substance and policy environment. It has been observed that each Micro, SMall, and Medium Enterprise (MSME) participant in Kendari City is granted financial support in the amount of 1.2 million rupiah, known as the BPUM ( Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro) progam. The government's implementation of the national ecenomic recovery progam (PEN) strategy, with a particular focus on micro, small, and medium enterprises (MSMEs) through the BPUM initiative, has shown to be highly beneficial for MSME participants, particularly in the city Kendari. The policy progam's implementation and realization are structured into several phases, The initial stage demonstrates a success rate 75%, while the subsequent stage exhibits a higher success rate of 95%. Based on an assessment of progam policies, their successful implementation may be attributed to their aligment with the guidelines provided by the Ministry of Finance and the Ministry of Coorperatives and Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) This alignment take into account both the substance of the policies and the prevailing policy environment, as well as yarious influencing variables. The evidence of rapid progress is demonstrated by the attainment of a 95% suces rate within a brief timeframe. The implementation of a socialization system, which entails collaboration among several stakeholders, may be executed in a phased manner alongside other interested parties. The process of submitting information through the "pick-up-the-ball" technique, along with direct and online meetings, enables efficient and accurate synchronization of data on MSME actors. This ensurues thal all MSME players receive exact targeting with reliable information. The effective implementation of the PEN UMKM progam policy necessitates the inclusion of term monitoring, as it ensures the comprehensive execution of mani components associated with the progam.
Kata Kunci : Kebijakan Publik, Implementasi, UMKM, Kendari/Public policy, implementation, Kendari