Laporkan Masalah

Pengaruh vaksin debris sel Aeromonas hydrophila dengan kombinasi cara vaksinasi dan booster terhadap respons imun dan tingkat perlindungan relatif pada lele dumbo (Clarias gariepinus Burchell)

MULIA, Dini Siswani, Dr. Rarastoeti Pratiwi, MSc

2003 | Tesis | S2 Biologi

Vaksinasi dengan vaksin debris sel Aeromonas hydrophila adalah salah satu alternatif untuk menanggulangi penyakit MAS (Motile Aeromonas Septicemia) pada lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vaksin debris sel A. hydrophila dengan kombinasi cara vaksinasi dan booster terhadap respons imun dan tingkat perlindungan relatif pada lele dumbo, dan mengetahui cara vaksinasi serta kombinasi cara vaksinasi dan booster yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial dengan 2 variabel dan 2 ulangan. Lele dumbo yang digunakan sebanyak 496 ekor dengan panjang 10-13 cm dan berat 11-15 g. Variabel pertama, yaitu cara vaksinasi : suntik secara intramuskular (S), oral (O), dan rendaman (R), variabel kedua, yaitu cara booster : suntik secara intramuskular (S), oral (O), dan rendaman (R). Perlakuan terdiri dari 9 kombinasi perlakuan cara vaksinasi dan booster, ditambah kontrol. Cara suntik dilakukan dengan suntikan intramuskular 0,1 ml vaksin ke dalam tubuh ikan dengan dosis 5 μg/ekor. Cara oral dilakukan dengan mencekok 0,1 ml vaksin dengan dosis 5 μg/ekor. Cara rendaman dilakukan dengan merendam ikan dalam larutan vaksin 50 mg/L selama 15 menit. Satu minggu setelah vaksinasi dilakukan booster dan 2 minggu setelah booster dilakukan uji tantang. Parameter yang diamati adalah titer antibodi, sintasan, tingkat perlindungan relatif (Relative Percent Survival/RPS), Rerata Waktu Kematian (RWK), dan kualitas air. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin debris sel A. hydrophila dapat meningkatkan respons imun berupa kenaikan titer antibodi dan dapat meningkatkan tingkat perlindungan relatif. Uji lanjut titer antibodi pada minggu ke 1, 2, 3, dan 5 berbeda nyata (P<0,5). Uji lanjut nilai sintasan, RPS, dan RWK berbeda nyata (P<0,5). Cara vaksinasi suntik cenderung lebih efektif dibanding cara rendaman maupun oral. Kombinasi perlakuan yang efektif untuk respons imun adalah SS, SO, SR, RS, dan OS; sedangkan untuk sintasan, RPS, dan RWK adalah SS, SO, SR, RS, RR, dan OS.

Vaccination with debris Aeromonas hydrophila vaccines is an alternative treatment for diseases of Motile Aeromonas Septicemia (MAS) on African catfish (Clarias gariepinus). The aims of this research were to determine the effect of debris A. hydrophila vaccines to the immunity response and relative percent survival using vaccination and booster in african catfish. Factorial of CRD with two variables and twice replication were used in this research. 496 african catfish with the length of 10-13 cm and 11-15 g of weight were used in this research. First variable is vaccination which consists of intramuscular injection, oral, and immersion; second variable is booster which consists of intramuscular injection, oral, and immersion. Nine treatments of vaccination and booster combination. 0.1 ml of vaccine was injected to the body with intramuscular were used in this experiment. 0.1 ml vaccine was subjected orally. Immersion with to immerse fish to 50 mg/L vaccine diluted for 15 minutes. One week after vaccination were booster and 2 weeks after booster were challenge test. Antibody titer, survival rate, relative percent survival/RPS, mean time to death, and water of quality were analysed with Analysis of Variance and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result showed that debris cell of A. hydrophila vaccine could increase significantly the titer of antibody and relative percent survival (P<0,5). Vaccination of intramuscular injection is more effective than immersed or oral vaccinations. The effective combination treatment for immune response were SS, SO, SR, RS, and OS; and for survival rate, RPS, and mean time to death were SS, SO, SR, RS, RR, and OS.

Kata Kunci : Biologi Hewan, Penyakit Lele Dumbo, Vaksinasi Debris Sel dan Booster, Aeromonas hydrophila, African catfish, debris, vaccination, booster.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.