Karakteristik Hidrokimia Air tanah di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat
Muh. Haikal Ramdhani, Dr.rer.nat. Ir. Doni Prakasa Eka Putra, S.T., M.T., IPM.; Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Hendrayana, IPU.
2023 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI
Air tanah
adalah sumber daya alam yang berharga bagi masyarakat di Kecamatan Batu Layar.
Air tanah di kecamatan ini khususnya daerah pesisir sangat rentan untuk
tercemar karena semua air tanah maupun
air permukaan akan mengalir ke area ini. Selain itu, area ini juga merupakan
area padat penduduk dan area pariwisata, sehingga penelitian terkait kualitas
air tanah penting untuk dilakukan. Melalui kajian hidrokimia dapat diketahui
kandungan ion – ion dari air tanah yang selanjutnya dapat digunakan untuk
mengetahui fasies air tanah, konektivitas akuifer, dan kualitas air tanah di
daerah penelitian. Pada penelitian ini dilakukan penyelidikan untuk mengetahui
karakteristik hidrokimia air tanah dan sistem akuifer berdasarkan aspek
geologi, geomorfologi, hidrogeologi, dan tata guna lahan. Metode yang digunakan
adalah pengamatan langsung di lapangan dan analisis petrografi untuk mengetahui
kondisi geologi, analisis Digital Elevation Model (DEM) untuk
mengetahui kondisi geomorfologi, pengamatan sifat fisika – kimia air tanah di
lapangan, pengambilan sampel air tanah, dan analisis Google Earth untuk
mengetahui kondisi tata guna lahan. Sampel
air tanah kemudian diuji untuk mengetahui kandungan ion-ionnya. Semua data
kemudian dianalisis untuk mengetahui keterkaitan antara hidrokimia, geologi,
hidrogeologi, dan tata guna lahan, serta pengaruh air laut terhadap air tanah
di daerah penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan daerah
penelitian tersusun oleh endapan pasir - kerikil dan endapan pasir – kerakal pada
satuan dataran bergelombang lemah - sedang, serta satuan breksi vulkanik pada
satuan perbukitan terjal. Air tanah mengalir dari arah timur laut ke arah barat
daya. Nilai suhu air tanah di daerah penelitian berkisar dari 27 – 31,3 oC,
nilai pH berkisar dari 5,9 – 8,15 dengan rata-rata 6,93, nilai TDS berkisar
dari 108 – 635 mg/L, dan nilai DHL berkisar dari 217 – 1276 ?S/cm yang
dikategorikan sebagai air tawar. Secara umum kandungan ion air tanah mengalami
pengkayaan ke arah pantai. Air tanah di daerah penelitian didominasi oleh ion
Ca2+ dan HCO3- yang merupakan penciri air
tanah muda yang berasal dari akuifer dangkal. Pengaruh kondisi geologi pada
karakteristik hidrokimia air tanah dapat dilihat pada meningkatnya pH, TDS,
DHL, dan kandungan ion mayor khususnya ion Ca2+, Na+, K+,
Mg2+, dan Cl-. Tata guna lahan berupa pemukiman berperan
sebagai sumber ion Cl. Sementara itu pengaruh air laut terhadap
karakteristik hidrokimia air tanah di daerah penelitian secara umum tidak
ditemukan hanya sebatas potensi pada 3 STA, yaitu STA 2, 9, dan 13.
Groundwater
is a valuable natural resource for the community in the Batu Layar District.
Groundwater in this district, especially in coastal areas, is highly vulnerable
to contamination as all groundwater and surface water flow into this area.
Moreover, this area is densely populated and a tourist destination, making
research on groundwater quality crucial. Hydrochemical studies can reveal the
ion content of groundwater, which can be used to determine groundwater facies,
aquifer connectivity, and groundwater quality in the research area. This study
investigates the hydrochemical characteristics of groundwater and the aquifer
system based on geological, geomorphological, hydrogeological, and land use
aspects. Methods used include direct field observations and petrographic
analysis to understand geological conditions, Digital Elevation Model (DEM)
analysis to assess geomorphological conditions, physical-chemical properties of
groundwater field observations, groundwater sampling, and Google Earth analysis
to understand land use conditions. Groundwater samples are then tested to
determine their ion content. All data is analyzed to understand the
relationships between hydrochemistry, geology, hydrogeology, land use, and the
influence of seawater on groundwater in the research area.
The results
show that the research area consists of sand-granule and sand-pebble deposits
in gently sloping terrain, as well as volcanic breccia units in steep hills.
Groundwater flows from the northeast to the southwest. Groundwater temperature
ranges from 27 to 31.3 °C, pH ranges from 5.9 to 8.15 with an average of 6.93,
TDS ranges from 108 to 635 mg/L, and EC ranges from 217 to 1276 ?S/cm,
categorized as freshwater. In general, the ion content of groundwater is
enriched towards the coast. Groundwater in the research area is dominated by Ca2+
and HCO3- ions, characteristic of young groundwater from
shallow aquifers. The influence of geological conditions on the hydrochemical
characteristics of groundwater can be seen in the increased content of pH, TDS,
DHL, and major ions, especially Ca2+, Na+, K+, Mg2+,
and Cl-. Residential land use contributes to Cl- ions. Meanwhile,
the influence of seawater on the hydrochemical characteristics of groundwater
in the research area is generally not found, only with potential noted at 3
monitoring stations, namely stations 2, 9, and 13.
Kata Kunci : kajian hidrokimia, pengaruh air laut, fasies air tanah, kualitas air tanah