Kajian Geologi untuk Pengembangan Fasilitas Kepariwisataan di Pesisir Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Clara Helena Putri, Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo S.T., M.Eng., IPM.; Agus Hendratno, S.T., M.T.
2023 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI
Kapanewon Panggang memiliki peruntukan sebagai kawasan pariwisata, dilihat dari garis pantainya yang menyajikan banyak pantai dan tebing dengan pemandangan laut yang indah. Namun, pembangunan fasilitas kepariwisataan yang telah ada saat ini masih kurang memperhatikan daya dukung lingkungan, seperti terlalu dekat dengan pesisir dan terletak di pinggir tebing. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana geologi yang membahayakan para wisatawan, seperti keruntuhan batuan, amblesan permukaan, dan abrasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan pengembangan wilayah untuk pembangunan fasilitas kepariwisataan, secara khusus di wilayah pesisir yang bertujuan untuk menentukan zonasi kesesuaian lahan dan menilai kesesuaian lokasi pembangunan fasilitas kepariwisataan yang telah ada. Daerah penelitian terletak dalam radius 2 km dari garis pantai Kapanewon Panggang, dengan aspek yang dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah aspek geologi lingkungan (kemiringan lereng, pelapukan batuan, kelurusan, sumber air, serta bahaya geologi berupa amblesan, gempabumi, dan tsunami) dan aspek non-geologi (jaringan jalan, kawasan permukiman, serta kawasan perlindungan setempat). Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data primer di lapangan dan data sekunder melalui studi pustakan maupun pengunduhan data dari situs web, yang kemudian diolah menjadi delapan peta tiap kriteria. Analisis data menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Boolean Logic dilakukan untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan yang terbagi menjadi lima zona kesesuaian lahan: zona sangat sesuai sebesar 7,9%, zona sesuai sebesar 57,3%, zona cukup sesuai sebesar 25,4%, zona kurang sesuai sebesar 0,9%, dan zona tidak sesuai sebesar 8,6%. Evaluasi kesesuaian dilakukan menggunakan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) terhadap sepuluh alternatif fasilitas kepariwisataan berupa resor, vila, homestay, dan tempat wisata dengan atraksi buatan, menunjukkan bahwa hanya tiga fasilitas kepariwisataan yang memenuhi kriteria, dari peringkat paling tinggi yaitu Resor Gesing, Vila Pura Samudra, dan Homestay Aninda yang ketiganya terletak pada zona sangat sesuai dan zona sesuai.
Panggang Subdistrict has been designated as a tourism area, evident from its coastline that offers numerous beaches and cliffs with beautiful sea views. However, the development of tourism facilities in the area has not adequately considered environmental carrying capacity, such as being too close to the coastline and located on the edges of cliffs. These conditions can increase the risk of geological disasters that endanger tourists, such as rockfalls, surface collapses, and abrasion. Therefore, regional development planning is necessary for the construction of tourism facilities, specifically in coastal areas, to determine land suitability zones and assess the suitability of existing tourism facility locations. The research area is located within a 2 km radius from the coastline of Panggang Subdistrict, with aspects considered in this research include environmental geological aspects (slope inclination, rock weathering, lineaments, water sources, and geological hazards that are, collapses, earthquakes, and tsunamis) and non-geological aspects (road networks, residential areas, and protection zones). Data collection was conducted through primary field data collection and secondary data obtained from literature reviews and data downloaded from websites, which were then processed into eight maps for each criterion. Data analysis was performed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Boolean Logic to generate land suitability maps divided into five land suitability zones: very suitable zone at 7.9%, suitable zone at 57.3%, moderately suitable zone at 25.4%, less suitable zone at 0.9%, and unsuitable zone at 8.6%. Suitability evaluation was carried out using the Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) method for ten alternative tourism facilities, including resorts, villas, homestays, and artificial attraction tourist sites. The results showed that only three tourism facilities met the criteria, with the highest rankings being Resort Gesing, Villa Pura Samudra, and Homestay Aninda, all of which are located in the very suitable and suitable zone.
Kata Kunci : Geologi pengembangan wilayah, fasilitas kepariwisataan, analisis spasial, zona kesesuaian lahan, Kapanewon Panggang