PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle) PADA KESEMBUHAN LUKA INCISI MARMUT (Cavia sp.)
Sri Sahayati, Drh. Sudarminto, MS
2011 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANSirih dikenal secara luas oleh masyarakat sebagai obat sariawan, sakit tenggorokan, obat batuk, obat cuci mata, obat keputihan, mimisan, mempercepat penyembuhan luka, menghilangkan bau mulut dan mengobati sakit gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak sirih terhadap kesembuhan luka incisi pada marmut. Penelitian ini menggunakan sembilan marmut jantan berusia 3 bulan dengan berat 450 g yang dibagi dalam tiga kelompok, kelompok NaCl sebagai kontrol, kelompok ekstrak 1 (pemberian 1ml ekstrak), dan kelompok ekstrak 2 (pemberian 2ml ekstrak). Marmut dibuat luka incisi sepanjang 4 cm pada daerah punggung dan di jahit . Kemudian diberikan pengobatan topikal sesuai dengan kelompoknya. Pengamatan kesembuhan luka dengan mengukur faktor kesembuhan luka yaitu kemerahan, kebengkakan, dan ada tidaknya cairan selama sepuluh hari. Pada akhir pengamatan, marmut di eutanasi, kulit dibuat preparat histologis dengan pewarnaan Hemaktosilin Eosin (HE). Hasil yang didapat adalah perbandingan kesembuhan antara kelompok kontrol dan perlakuan tidak menunjukkan perbedaan signifikan P>0,01. Hasil pemeriksaan histologi pada semua kelompok menunjukkan adanya hemoragi. Kesimpulan, ekstrak sirih tidak efektif untu k penyembuhan luka incisi.
Piper betle widely recognized by society as a cure sore, sore throat, cough medicine, eyewash, epistaxis, accelerated wound healing, eliminated bad breath and dental pain. This study aims to determine the effectiveness of Piper betle extract on wound healing in guinea pig incision. This study used nine 3 month old male guinea pigs weighing 450 g were devided into three groups. NaCl as a control group and the group extract 1 (1 ml of extract), and the extract 2 (2 ml of extract). Guinea pigs made incision far as 4 cm wound on the back area and in sewing. Then given topical treatment according the group. Data obtained during ten days, observed the result of measurement healing factor that are redness, swelling, and the presence or absence of liqiud during ten days. At the end of observation, guinea pigs on euthanasia, the skin was made by staining histological preaparations Hematocylin Eosin (HE). The result are comparison between control group and treatment group showed no significant difference P>0,01. The histological preaparations all group showed hemorrhage. In conclusion, Piper betle extact is not effective for incision wound healing.
Kata Kunci : marmut, luka, ekstrak, sirih, kesembuhan