Eksplorasi Pengalaman Ketertarikan Romantis Mahasiswi dengan Individu “Narsis”: Sebuah Studi Kasus
Marvel Maximus Mercurio, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog
2023 | Skripsi | PSIKOLOGI
Hubungan romantis dapat menjadi salah satu peristiwa kehidupan paling berdampak bagi manusia. Meskipun demikian, secara evolusioner, manusia terbukti sering kali jatuh hati pada sifat-sifat yang salah di orang lain, sifat-sifat yang dapat berbahaya dan berdampak buruk bagi perkembangan individu. Beberapa sifat tersebut diangkat dari ciri narsisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika pengalaman ketertarikan romantis pada individu narsis dan dampak psikologis yang muncul darinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Partisipan penelitian ini adalah dua mahasiswi yang mengaku pernah mengalami ketertarikan romantis, berhubungan romantis, dan dilecehkan dalam satu bentuk atau lainnya oleh individu narsis. Ditemukan hasil bahwa mayoritas faktor yang memengaruhi ketertarikan romantis kedua partisipan terhadap individu narsis berupa faktor situasional, seperti kesamaan dan kedekatan. Walaupun demikian, setiap partisipan mengalami narcissistic abuse yang serupa, dari kekerasan verbal sampai beban finansial, mengesampingkan kekerasan seksual yang hanya dialami oleh satu partisipan. Perbedaan ini dapat dijelaskan melalui perbedaan sifat dan watak yang dimiliki masing-masing partisipan. Hal ini juga yang membedakan cara coping setiap partisipan dari pengalaman mereka, dan dari perilaku selingkuhnya individu narsis, dengan partisipan yang mengalami kekerasan fisik mengunggah kisah di Twitter/X, sedangkan partisipan yang lain mencari bantuan dari teman sebaya.
Romantic relationships can be one of the most impactful experiences in a person’s life. That said, evolutionarily, people have been proven to be attracted to the wrong traits apparent in others. Traits that can be dangerous and even detrimental to a person’s development. Some of these traits are derived from narcissism. This study aims to explore the dynamics of experiencing romantic attraction to a person exhibiting narcissistic traits, and the psychological outcome of that relation. This study uses a qualitative approach with the case study method. The participants of this study are two female university students who admitted to once being attracted, had a relationship, and were abused in one way or another by the same narcissistic individual. The results found that mostly situational factors affected the two participants’ attraction to the narcissistic individual, such as similarity and propinquity. Despite this, they both experienced similar narcissistic abuse, from verbal abuse to financial burdens, though only one experienced physical violence. This discrepancy can be attributed to the personal traits and dispositions that differentiate the two participants. This difference is also what distinguishes each participant’s way of coping with the experience, and from the narcissistic individual’s infidelity, with the victim of physical violence posting on Twitter/X, whilst the other was content to seek help from friends.
Kata Kunci : ketertarikan romantis, hubungan romantis, narsisme, narcissistic abuse