Laporkan Masalah

PENGARUH PEMANASAN dan PENDINGINAN OOSISTA Eimeria tenella TERHADAP PATOGENESITASNYA PADA AYAM PEDAGING SECARA In Vivo

TRI NOVIYANTI, drh. Eryl Sri Rohayati, SU.

2011 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Koksidiosis merupakan penyakit yang dapat menyebabkan diare berdarah, penurunan berat badan, dan sering menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemanasan oosista serta lamanya waktu pemanasan terhadap patogenitas koksidia pada ayam pedaging. Sebanyak 32 ekor ayam pedaging dipakai sebagai hewan percobaan. 17 ekor ayam digunakan untuk produksi oosista dan 15 ekor ayam dibagi secara acak menjadi 3 kelompok, yaitu Kelompok I diinfeksi 5.000 oosista yang disimpan selama 5 hari dalam suhu 50 0 C, Kelompok II diinfeksi 5.000 oosista yang disimpan selama 7 hari dalam suhu 4 0 C, Kelompok III diinfeksi 5.000 oosista yang disimpan selama 17 hari dalam suhu ruang (27 0 C). Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor ayam. Parameter yang diteliti adalah derajat lesi sekum dari ayamayam yang dinekropsi pada hari ke-7 setelah infeksi dan pemeriksaan histopatologi sekum. Data lesion score pada sekum dianalisis dengan metode Rank test (Ferguson and Takane, Sit. Eryl 1993), sedangkan histopatologi sekum dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam yang diinfeksi oosista yang dipanaskan 50 0 C selama 5 hari derajat lesi sekum dinilai (0). Ayam yang diinfeksi oosista yang disimpan selama 7 hari dalam suhu 4 0 C menunjukan lesi sekum (+3) dan (+4). Sedangkan ayam yang diinfeksi oosista yang disimpan dalam suhu ruang (27 0 C) selama 17 hari menunjukkan lesi sekum (+3). Sehingga dapat disimpulkan bahwa oosista yang dipanaskan 50 0 C selama 5 hari bagus untuk pemberantasan koksidiosis karena dapat mematikan oosista. Hasil pemeriksaan histopatologi sekum pada kelompok I terlihat normal dan tidak ditemukan stadium-stadium koksidia. Sedangkan pada kelompok II dan III ditemukan stadium koksidia.

Coccidiosis is disease that cause bloody diarrhea, weight loss, and often causes death. This research aims to find out the effect of heating oocyt and time to pathogenity of coccidia in broiler chicken. Thirty two broiler were used as experimental animals. 17 chickens were used to produce oocyst and 15 chickens were drided randomly into three intervention groups, the chickens in group I were infected with 5000 heated oocyst (50 0 C in incubator) for five days, the chickens in group II were infected with 5000 cooled oocyst (4 0 C in refrigerator) for seven days and the chickens in group III were infected with 5000 oocyst in room air (27 0 C) for seventeen days. Each group consisted of 5 chickens. Outcome parameters were degree of caecum lession in necroptized chicken at 7 th day after infection and caecum histopathological examination. The data of lesion score was analyzed with Rank test method (Ferguson and Takane, Cyt Eryl 1993), while the data histopathological examination of caecum with deskriptif method. The result based on the degree of lesion score and caecum histopathological showed that chickens in group I have caecum lesion score 0, chicken in group II have caecum lesion score (+3) and (+4), meanwhile chicken in group III have caecum lesion score (+3). The included that heated oocyst (50 0 C in incubator) for 5 days are good to prevent coccidiosis because heating may kill the oocyst. The result based caecum histipathology examination in group I show normal and haven’t coccidiosis stadia, but in group II and III have coccidiosis stadia.

Kata Kunci : Koksidiosis, Oosista Eimeria tenella, Manipulasi Suhu, lesi Sekum, Pemeriksaan Histopatologi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.