Laporkan Masalah

AKTIVITAS LARVASIDAL EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum) TERHADAP Aedes aegypti

Diptya Cinantya, Dr. drh. Joko Prastowo, MSi.

2011 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Penyakit demam berdarah (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti. Pencegahan dilakukan dengan berbagai strategi pemberantasan vektor yang kebanyakn menggunakan insektisida yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Tanaman kemangi (Ocimum basilicum) merupakan pengusir nyamuk yang mengandung eugenol yang memiliki potensi sebagai larvasidal alternatif yang alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas larvasidal ekstrak daun kemangi terhadap Aedes aegypti. Penelitian dilakukan dengan menggunakan empat kelompok perlakuan dengan masing-masing empat kali pengulangan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kemangi 800 ppm, dan kemangi 1000 ppm. Setiap perlakuan terdiri dari 25 ekor larva Aedes aegypti instar III yang dimasukkan dalam larutan yang berisi air larva, air keran, dan ekstrak daun kemangi. Perlakuan diamati selama 24, 48 dan 72 jam untuk diambil data jumlah kematian larvanya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata mortalitas pada konsentrasi 800 ppm setelah 24 jam, 48 jam,dan 72 jam perlakuan adalah 23%, 52%, dan 55%. Rerata mortalitas pada konsentrasi 1000 ppm setelah 24 jam, 48 jam, dan 72 jam perlakuan adalah 54%, 65% dan 69%. Kesimpulan : ekstrak daun kemangi memiliki efek larvasidal terhadap nyamuk Aedes aegypti. Lethal consentration50 telah tercapai, yaitu pada konsentrasi 800 ppm setelah 48 jam perlakuan dan konsentrasi 1000 ppm setelah 24 jam perlakuan.

Dengue hemorragic fever was an infectious disease caused by dengue virus which spreaded by mosquito Aedes Aegypti. Prevention has been done by eradicate the vector most of these using insecticide which potentially causing health disturbance. Kemangi (Ocymum basilicum) constitute as a mosquito repellent which contains eugenol which potentially have a function as a natural larvacide. The aim of this research is to understand larvacidal activity within kemangi leafs exctract to Aedes aegypti. This research was done by using 4 groups of treatment which each 4 times repetitions i.e. negative control, positive control, 800 ppm of kemangi, and 1000 ppm of kemangi. Each treatment applied by using larva Aedes Aegypti instar III put into 200 ml of solution which contains larva water, crane water, and kemagi leafs extract. The treatments further observed during 24 hours, 48 hours, and 72 hours to obtain the record of larva death. The obtained data further analyzed by using ANOVA and probit analysis. The results indicates that mortality average at the concentration of 800 ppm after 24 hours, 48 hours, and 72 hours is 23 %, 52 %, and 55 %. Mortality average at the concentration of 1000 ppm after 24 hours, 48 hours, and 72 hours is 54 %, 65 %, and 69 %. Conclusion : Kemangi leafs extract have larvacidal effect to Aedes aegypti. In this research, Lethal Concentration 50 (LC50) already reached at concentration of 800 ppm after 48 hours and 1000 ppm after 24 hours treatment.

Kata Kunci : larvasidal. Aedes aegypti, Ocimum basilicum, eugenol, lethal consentration 50


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.