Laporkan Masalah

STUDI MORFOLOGI OSSA EXTREMITAS CAUDALDAN MORFOMETRI FEMUR, TIBIA, FIBULA GARANGAN (Herpestes javanicus)

MELLISA, Drh. Dewi Kania Musana, M.P.

2011 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Garangan merupakan salah satu satwa liar yang tersebar di seluruh dunia dan belum banyak penelitian yang berkaitan dengan garangan terutama mengenai ossa extremitas caudal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi ossa extremitas caudalgarangan dibandingkan dengan kucing dan morfometri femur, tibia dan fibula. Tulang panjang juga dibandingkan dengan panjang tubuh untuk mengetahui ratio dan korelasi antar keduanya, sehingga diharapkan dapat menjadi data primer ossa extremitas caudaldan alat identifikasi panjang tubuh. Penelitian ini menggunakanextremitas caudaldari 9 ekor garangan. Penelitian morfologi dilakukan pada semua ossa extremitas caudal (femur, tibia, fibula, tarsal, metatarsaldan phalank) kemudian dibandingkan dengan kucing. Penelitian morfometri dilakukanpada tulang panjang (femur, tibiadan fibula)berdasarkan metode Driesch (1976). Pengukuran morfometri dilakukan dengan menggunakan jangka sorong (Vernier caliper).Data kemudian dianalisa dengan korelasi Pearson untuk panjang tubuh dengan tulang panjang dan uji Mann-Whitney untuk perbandingan jantan dan betina. Hasil analisa morfometri menunjukkan bahwa ada korelasi antara panjang tubuh dengan panjang tulang panjang (femur, tibia, danfibula), dan tidak ada perbedaan antara tulang panjang extremitas caudalgarangan jantan dan betina. Hasil pengamatan morfologi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan mencolok pada femur, tibia dan fibulagarangan namun perbedaan ditemukan pada metatarsal I, metatarsal Igarangan tumbuh dengan sempurna sedangkan metatarsal Ikucing mengalami reduksi. Garangan berpijak pada metatarsal dan phalanksedangkan kucing dengan phalanksaja.

Mongooses are one of the many wild life animals found world wide and have not been researched and studied much, especially about the bones of its caudal extremity. This study is for the purpose of learning the morphology of the caudal extremity bones of mongooses, in comparison to that of cats; and also to study the morphometry ofthefemur, tibia andfibula. The long bones were compared with the length of the body to find out the ratio and correlation between the two, so it is expected to become the primary data of the caudal extremity bones and a means of identifying the body length by using the long bones of the caudal extremity. This study used the caudal extremities from 9 mongooses. Morphological observation used all caudal extremity bone(femur, tibia, fibula, tarsal, metatarsal dan phalank) then compared with cats. Morphometric observation used long bone of caudal extremty bone (femur, tibiaand fibula)based on Driesch’s metode (1976). The measurements were done using Vernier calipers.The data was analysed with Pearson correlation for body length with long bones and MannWhitney test for male and female comparison. Result of morphometry analysis showed that there is a correlation between the body length and length of long bones (femur, tibia and fibula), and there are no differences between the long bones of the caudal extremity in male or female mongooses. Morphological observations showed that there are no significant differences in the femur, tibia andfibulaof mongooses, but the difference was found in the first metatarsal. In the mongoose, the first metatarsalshows complete growth while in cats, the first metatarsalis reduced. Mongooses use both metatarsal and phalanx for foothold while cats use only the phalanx.

Kata Kunci : Garangan, Herpestes javanicus, morfometri,morfologi,ossaextremitas caudal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.