Laporkan Masalah

DINAMIKA FOLIKEL OVARIUM SAPI PERAH YANG MENGALAMI KAWIN BERULANG DENGAN PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI

Ineke Kusumastuti, Drh. Surya Agus Prihatno, M.P.

2011 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Kawin berulang pada sapi merupakan suatu gejala klinis yang menyebabkan produktifitas rendah dan biaya operasional tinggi. Salah satu penyebab kawin berulang adalah gangguan perkembangan folikel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran folikel ovarium sapi perah yang mengalami kawin berulang menggunakan ultrasonografi. Penelitian ini menggunakan 10 ekor sapi perah berasal dari daerah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah dikawinkan lebih dari tiga kali secara inseminasi buatan tetapi belum atau tidak bunting, siklus reproduksinya normal dan kondisi tubuh sehat. Semua sapi disinkronisasi estrus untuk menyamakan estrus dengan dua kali penyuntikan prostaglandin F-2? dengan interval 11 hari. Pemeriksaan dilakukan pada hari pertama, keenam, ke-10, ke-16 dan ke-20 selama satu siklus estrus menggunakan ultrasonografi. Data yang dicatat adalah ukuran folikel ovarium. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sapi perah yang mengalami kawin berulang mempunyai ukuran folikel dominan kecil. Perkembangan folikel pertama, terlihat pada hari pertama sampai keenam siklus estrus dengan rata-rata diameter folikel dominan 8,22 mm. Perkembangan folikel kedua, terlihat pada hari ke-10 dan berlangsung sampai akhir siklus estrus dengan rata-rata diameter folikel dominan 12,33 mm

Repeat breeding in cow is a clinical sign which causes low productivity and high operating cost. One causes of repeat breeding is a disorder of follicular dynamics. The aim of this study was to measure the ovarian follicle size in repeat breeding dairy cows examinated using ultrasonography. This study used 10 dairy cows from Sleman, DIY have been breed more than three times by artificial insemination but has not pregnant yet, having normal reproductive cycle, and healthy. All cows were estrous synchronized with double injection of prostaglandin F2? with 11 days interval. Examination is perfromed using ultrasonography on day first, sixth, 10 th , 16 th , and 20 th during estrous cycle. The recorded data consist of ovarian follicle size. The result showed that repeat breeding dairy cows has smaller size of dominant follicle. The first wave of dominant follicle identified on day first to six of estrous cycle with mean diameter of 8,22 mm. The second wave of dominant follicle identified on day 10 and continued until the end of estrous cycle with mean diameter of 12,33 mm

Kata Kunci : folikel, ovarium, kawin berulang, sapi perah, ultrasonografi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.