"PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT " (Studi Kasus di Dusun Namberan, Desa Karang Asem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul)
Fitri Yuliastuti, Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., MP.
2009 | Skripsi | S1 KEHUTANANerempuan harus berada pada ranah domestik, lebih feminin, melakukan kegiatan reproduktif dan ditempatkan sebagai pencari nafkah tambahan yang jamak terdengar, menjadikan kedudukan perempuan selalu menjadi second citizen. Padahal dalarn kenyataannya perempuan di Dusun Namberan mempunyai kontribusi nyata baik pikiran maupun tenaga dalarn pengelolaan hutan rakyat. Perempuan dan hutan merupakan ha! yang bertalian erat. Dimana bagi perempuan Dusun Namberan, hutan merupakan sumber penghidupan mereka. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui partisipasi perempuan, dan motivasi perempuan dalam pengelolaan hutan rakyat, serta mengetahui alternatif cara peningkatan sumber daya perempuan dalam pembangunan kehutanan. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Namberan, Desa Karang Asem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul dari tanggal 16 Juni sampai dengan 10 Juli 2008. metode penelitian menggunakan format penelitian studi kasus. Menggunakan instrument interview guide secara terpimpin yang sebelumnya dilakukan observasi awal lapangan. Dari hasil observasi awal didapat 2 orang yang berperan sebagai key informants, yang kemudian dari key informants ini didapat 10 orang sebagai informan lainnya untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk keperluan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan muncul dalam 4 kategori, yaitu : (1) Partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, yang dibagi menjadi dua lingkup yaitu keluarga dan keorganisasian. Untuk lingkup keluarga, perempuan berperan sebagai penggagas maupun pelaksana, sedangkan di kelompok tani perempuan masih berperan sebagai pelaksana kegiatan. (2) Partisipasi perempuan dalam pelaksanaan pengelolaan hutan rakyat nampak pada aktifitas penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pengolahan hasil dan pemasaran untuk jenis tanaman pertanian. Untuk tanaman kehutanan masih dikendalikan oleh laki-laki. (3) Partisipasi perempuan dalam mendapatkan keuntungan. Perempuan mampu mengapresiasikan diri mereka di luar kegiatan domestik. Keuntungan yang diperoleh dari bentuk apresiasi tersebut yaitu keuntungan ekologis, ekonomis dan sosial. (4) Partisipasi perempuan dalam evaluasi. Untuk lingkup keluarga sudh terakomodir bahwa evaluasi akhir dilakukan bersama-sama tanpa adanya dominasi. Untuk kelompok tani peran perempuan masih sebatas operasional. Motivasi perempuan dalam pengelolaan hutan rakyat muncul disebakan oleh beberapa faktor, antara lain dalam rangka meringankan beban suami sebagai refleksi kondisi ekonomi rendah, kepemilikan lahan yang sebaiknya digarap sendiri dan rendahnya tingkat pendidikan perempuan yang membuat bertani sebagai mata pencahaian utama. Langkah pemberdayaan yang diperlukan yaitu dengan lebih mengintensi.fkan penyuluhan dan pendampingan untuk perempuan Dusun Namberan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan. Serta pendampingan dari pemerintah desa melalui divisi pemberdayaan perempuan melalui organisasi PKK melakukan pelatihan-pelatihan dengan tujuan meningkatkan ketrampilan yang dapat meningkatkan kualitas perempuan Dusun Namberan.
Kata Kunci : partisipasi, perempuan, hutan rakyat