Laporkan Masalah

PENGARUH DIAMETER TONGGAK DAN JUMLAH TRUBUSAN TERHADAP PERTUMBUHAN TRUBUSAN JATI (Tectona grandis Linn.f.) DENGAN COPPICE SYSTEM DI PAJANGAN BANTUL

ASTRID INDRIASWARI, Prof. Dr. Ir. Sumardi, M.For.Sc. dan Ir. Widaryanti Wahyu Winarni, M. P.

2009 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Hutan rakyat dewasa ini berkembang menjadi idola barn bagi masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi lahan h.utan maupun pengusaha industri perkayuan. Jati merupak-an salah satu pilihan sebagai tanaman hutan rakyat di Dearah Istimewa Yogyakarta khususnya Kecamatan Pajangan, karena jati merupakan kayu yang bekualitas dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Masyarakat menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam dengan menanam pohon kayu di kawasan lahan kering kurang produktif, kurang subur dan kritis. Perawatan tanaman dan pola pemanenan kayu yang tidak teratur sering menyisakan tonggak bekas pemanenan. Tonggak yang dibiarkan tersebut tumbuh ttmas atau yang disebut juga dengan trubusan. Tonggak yang bervariasi tersebut memberikan jumlah trubusan yang bervariasi pula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh diameter tonggak dan jumlah trubusan terhadap pertumbuhan trubusan agar petani mendapat informasi ukuran diameter pohon yang tepat saat melakukan penebangan dan mendapat jaminan regenerasi dari trubusan yang tumbuh pada rnasing-masing tonggak. Penelitiau ini dilakukan dengan mengukur diameter tonggak dan dari masing­masing tonggak diukur pertumbuhan dengan mengamati parameter berupa tinggi dan diameter tunas terbesar. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2008 di Desa Krebet, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantu! karena pada desa tersebut tedapat fenomena yang unik yaitu petani memanen secara serempak tanpa memandang umur dan diameter tonggak. Model yang digunakan adalah regresi kuadratik. Hasil penelitian menunjukkan diameter pohon yang disarankan untuk ditebang adalah tidak lebih dari 30 cm. Diameter tonggak mempengaruhi jumlah trubusan jati sebesar 76,62%, tinggi trubusan tertinggi 79, 15% dan diameter trubusan tertinggi sebesar 77,15%. Jumlah trubusan mempengaruhi tinggi trubusan tertinggi 75,44% dan diameter trubusan tertinggi 78,53%. Diameter tonggak dan jumlah trubusan mempengaruhi pertumbuhan trubusan tertinggi. Pemeliharaan tanaman dari coppice system adalah dengan melakukan penunggalan agar kualitas trubusan terjamin.

Recently, forest has become a new idol for both societies in forest land rehabilitation activity and wood industry businessmen. Teak is a primary choice as folk forest plantation in special area of Y ogyakarta, particulary in sub district, because teak is a qualified wood and have a high economy value. Society has realized the importance to preserve natural everlasting by planting wood trees in unproductive, infertile and critical dry Ian. The uneven plant care and wood harvesting pattern often left tree stump after harvesting. Sprouts then grow in this stump, which is called shoot. This various stump was also gives various number of shoot. The objective of research is to know the effect of stump diameter and the number of shoot growth so that farmers get the right tree diameter size information when they cut down trees and get regeneration guarantees from the growing shoot in each stump. This research is done by measuring stump's diametr and from each stump, growth was measired by observed parameters such as sprout's height and the biggest diameter. This research was done in July-October 2008 in Krebet Village, Sendangsari Region, Pajangan Sub district, Bantul, because there is a unique phenomenon in the village. The farmers harvesting altogether without observing stump's age and diameter. Model analysis used was quadratic regresion. Research result shows the sugested tree diameter to be cut down is not more than 30 cm. Stump's diameter affect teak's shoot number for 76,62%, the tallest height of shoot for 79,15% and the widest shoot diameter for 78,53%. Stump's diameter and trubusan number affect the tallest shoot growth. Plantation care from · coppice system is by doing a singling so shoot quality can be guaranteed.

Kata Kunci : diameter tonggak, trubusan, coppice system

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf