Laporkan Masalah

PENGARUH SUHU DAN WAKTU PADA PRA-PERLAKUAN LIMBAH SERBUK KAYU MERANTI MERAH (Slwrea spp.) MENGGUNAKAN Ca(OH)2 TERHADAP ETANOL YANG DIHASILKAN

Permana Arief Mardika , Denny lrawati, S. Hut., M. Si.

2009 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Sifat tidak terbarukan dan beragam masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh bahan bakar fosil menuntut manusia untuk mencari altenatif sumber energi lain. Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif terbarukan dan ramah lingkungan. Limbah industri perkayuan dapat dijadikan bahan baku pembuatan bioetanol. Akan tetapi, produksi bioetanol dari serbuk kayu memiliki kendala dalam ha! kandungan lignin yang tinggi dan struktur kristalin selulosa yang sulit terhidrolisis. Penerapan pra-perlakuan dalam optimalisasi proses sakarifikasi­fermcntasi simultan dalam pembuatan etanol dilakukan untuk menjawab masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pra­perlakuan Ca(OH)2 terhadap hasil proses sakarifikasi-fermentasi simultan. Bahan baku yang digunakan adalah limbah serbuk kayu meranti merah (Shorea spp.). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan acak Iengkap yang disusun dengan percobaan secara faktorial 3x3 dengan 3 ulangan ditambah 3 ulangan untuk kontrol. Faktor pertama adalah suhu pra-perlakuan yang terdiri dari tiga aras, yaitu 50°, 60°, dan 70°C. Sedangkan faktor kedua adalah waktu pra­perlakuan yang terdiri dari tiga aras, yaitu 4, 6, dan 8 hari. Pengamatan dilakukan terhadap kadar air, ekstraktif, holoselulosa, alfaselulosa, pentosan lignin, dan etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah serbuk kayu meranti merah dapat digunakan sebagai bahan baku etanol dengan proses sakarifikasi-fermentasi simultan dengan pra-perlakuan alkali Ca(OH)2. Hasil penelitian tidak ditemukan interaksi antara suhu dan waktu pra-perlakuan, namun terdapat kecenderungan semakin tinggi suhu pra-perlakuan akan menghasilkan kadar holoselulosa dan alfaselulosa yang rendah, akan tetapi kadar air, ekstraktif, pentosan,dan etanol yang tinggi. Hasil etanol pada penelitian ini berkisar antara 0,23-1,97 gr/I. Hasil etanol dari serbuk kayu yang diberi pra-perlakuan meningkat hingga 838% dibandingkan kontrol. Kombinasi perlakuan terbaik adalah pada suhu pra­perlakuan 70°C dan waktu pra-perlakuan 4 hari.

Unrencwable characteristic and kind of environmental problems created by fossil fuel strive for human to find the other alternative energy resource. Bioethanol is one of renewable alternative energy and enviroment friendly. Sawdust can be raw material in bioethanol production. But bioethanol production from sawdust has a constraint in highly lignin content and celulosa crystralin structure which are difficult to be hydrolised. The application of pre-treatment in optimalitation simultaneous saccarification and fermentataion process into biocthanol production has been done. This research aimed for knowing the effect of temperature and time on Ca(OH)2 pre-treatment toward the result of simultaneous saccarification and fermentataion process. The raw material which be used was red shorea (Shorea spp.) sawdust. This research used Completely Randomized Design which arranged by experiment according to factorial 3x3 with 3 repeated add by 3 repeated to control. First factor is pre-treatment temperature such as 50°, 60°, and 70°C. Whereas second factor is pre-treatment time such as 4, 6, and 8 days. Observation has been done by moisture content, extractive content, holocellulose content, alfacellulose content, lignin content, pentose content, and ethanol content. The result of this research showed that red shorea (Shorea spp.) sawdust can be used as ethanol raw material with simultaneous saccarification and termentataion process by pre-treatment of Ca(OHh The result of this research was not found the interaction between tennperature and time pre-tretment, however there was tendency if pre-treatment temperature is higher, it will produce lower holocellulose content and alfasellulose content, but higher in moisture content, exstractive content, pentose content, and ethanol content. The result of ethanol in this research in avarege between 0,23-1,97 g/1. The result of ethanol from sawdust which is given by pre-treatment increase up to 838% compared by control. The best combination is pre-treatment temperature on 70°C and pre­treatment time in 4 days.

Kata Kunci : bioetanol, kimia kayu, meranti merah, pra-perlakuan, kalsium hidroksida, sakarifikasi-fermentasi simultan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf