UJI KEAMANAN VAKSIN INAKTIF AVIAN INFLUENZA
HANDITO KURNIYADI, Prof. drh. Widya Asmara, SU., Ph.D.
2011 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANVirus highly pathogenic avian influenza (HPAI) subtipe H5N1 merupakan virus yang dapat menular dengan sangat mudah pada ayam dengan mortalitas yang tinggi dan dapat menginfeksi bahkan menyebabkan kematian pada manusia. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah penyebaran virus HPAI subtipe H5N1 adalah melalui vaksinasi. Sebelum vaksin dapat digunakan masyarakat, vaksin tersebut harus melalui uji mutu untuk mengetahui kemurnian, keamanan, potensi serta efikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan suatu vaksin inaktif avian influernza dari suatu perusahaan obat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan 54 ekor ayam broiler yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol sebanyak 10 ekor dan kelompok perlakuan sebanyak 44 ekor (kelompok I dan kelompok II masing-masing sebanyak 22 ekor). Kelompok I dilakukan vaksinasi Newcasle Disease (ND) pada saat ayam berumur 4 hari. Uji keamanan dilakukan sesuai standar Office International des Epizooties (OIE) dengan melihat reaksi lokal dan gejala klinis avian influenza yang muncul setelah vaksinasi dosis ganda (0,4 mL) pada kelompok ayam perlakuan (kelompok I dan kelompok II) saat ayam berumur 5 hari. Pengamatan dilakukan selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya reaksi lokal dan gejala klinis avian influenza setelah dilakukan vaksinasi. Kesimpulan yang dapat diambil melalui hasil penelitian ini adalah vaksin inaktif avian influenza tersebut aman
Highly pathogenic avian influenza (HPAI) virus subtype H5N1 can spread easily to chicken with highly mortality and able to infect even causing death for human. Vaccination was one of other methods to control the spreading of HPAI virus. A good vaccine should have passed some quality requirement such as the purity, the potential, the efficacy, and the safety test. The research aims to find out the safety of an inactive vaccine of avian influenza from a medical company in Indonesia. 54 broiler one day old chickens were divided into two groups which were group of control amounted to 10 chickens and group of treatment amounted to 44 chickens (Group I and Group II each of 22 chickens). The group I were given Newcasle disease (ND) vaccine when the chicken on four days old, while Group II is not given ND vaccine. The safety test conducted according to Office International des Epizooties (OIE) standards by looking the local reaction and clinical indication of avian influenza which appear after double doses vaccination (0.4 mL) to treatment groups (Group I and Group II) when they are five days old. The observation conducted for 21 days. The result of the research showed that there was no local and clinical signs of avian influenza after the vaccination implemented. Thus it could be drawn the conclusion that inactive vaccine of avian influenza was safe.
Kata Kunci : avian influenza, vaksin inaktif, uji keamanan, ayam