Laporkan Masalah

RANCANG MODEL PENGEMBANGAN AGROFORESTRI BERBASIS YLANG-YLANG (Cananga odorata formagenuina (Lam.) Hook.F.& Thoms.) (Studi Kasus di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah)

ISMI WAHID R.M. , Prof. Dr. Ir. H. Moch. Sambas Sabarnurdin, M. Sc. dan Priyono Suryanto, S.Hut., MP.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Cananga odorata forma genuina (Lam.) Hook.F.& Thoms. pohon penghasil minyak Ylang-ylang banyak dibudidayakan di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pola agroforestri yang berkembang; model pemanfaatan ruang; kelebihan dan kel-.. 'l.lrangan sistem pertanaman yang berkembang; dan sebagai dasar penyusunan model pengembangan agroforestri berbasis Ylang-ylang. Penelitian ini menggunakan metode Diagnosis dan Disain (D & D) dengan objek penelitian berupa l)lahan pertanian Ylang-ylang yang ditumpangsarikan dengan palawija (campur palawija), 2)lahan pertanian yang hampir didominasi (semi.fit!/) Ylang-ylang 3)pekarangan; disamping petani penggarap dan kelompok tani. Penelaahan aspek biofisik meliputi analisa pola pemanfaatan ruang vertikal (RV) dan ruang horizontal (RH) seta strategi silvil-..'l.lltur yang diterapkan. Wawancara petani sampel digunakan teknik wawancara semi terstruktur (semi­structure intervie). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola agroforestri yang berkembang adalah pola tanam tepi (trees along border) sebesar 76,67% pada lahan pertanaman Ylang-ylang campur palawija dan lahan ··semi/it.Ir' Ylang-ylang, sedangkan pola acak (random mixture) sebesar 23,33% terdapat pada lahan pekarangan. Pemanfaatan RV terbesar berturut-turut pada lahan campur palawija, pekarangan dan lahan "semjfu.l/'' Ylang-ylang adalah sebesar 61,11%; 49,82% dan 71,15% yang kesemuanya berada pada level RV2 (4-8m), sedangkan pemanfaatan RH pada lahan berturut-turut adalah sebesar 11,09%: 11,8 % dan 23,03 %. Pola tanam yang sesuai untuk dikembangkan agroforestri berbasis Ylang-ylang adalah pada pekarangan dan lahan pertanian "semi.full" Ylang-ylang. Model pengembangan agroforestri berbasis Ylang-ylang yang dirancang menunjukkan bahwa tinggi tanaman Ylang-ylang dipertahankan pada level RV2 (4-8m) untuk memudahkan pemanenan, panjang cabang dipertahankan tidak lebih dari 5 m untuk menjaga kontinyuitas dan optimalisasi produksi bunga. Strategi silvikultur tersebut mulai dilal-..

Cananga odorata forma genuina (Lam) Hook.F.& Thoms. is a species that produce an Ylang-ylang oil. The Ylang-ylang tree stand mostly planted in Jelok Village, Cepogo Sub District, Boyolali District, Central Java Province. This research aimed at investigating the development of agroforestry design: model of space utilization: the advantages and disadvantages of the planting system development; and to arrange agroforestry development model based on Ylang-ylang. Diagnostic and Design (D & D) method was applied by having the research object of 1 )area of Ylang-ylang mixed with palawija, 2)near dominant (semi full) Ylang-ylang area, 3)home garden: and the corresponding farm-workers or farmer groups. The biophysical aspect was approached by analyzing the space used either vertically (RV) or horizontally (RH). The implemented strategy silviculture has been formulated after interviewing farmers as respondents by using semi-structure interviews. The result showed that the agroforestry pattern of Trees Along Border is amounted to 76,67% of the agriculture area ofYlang-ylang mixed with palawija, and in the "semifull" Ylang-ylang, and the mixed-random-pattern found with in garden area as much as 23.33%. The greatest space use of vertically Ylang-ylang plant in the agriculture area of Ylang-ylang mixed with palawija, home garden and "semifull" Ylang-ylang area were as large as 61 ,11 %; 49,82% and 71,15% respectively on level 2 (4-8m), while the horizontally space use were 11,09%; l 1,8% and 23,03%. The planting pattern which is suitable to be developed Ylang-ylang based agroforestry in home garden and "semifull'' Ylang-ylang. The developing model Ylang-ylang based agroforestry sho\VS that the tree is topped at level 2 (4-8m) in order to make harvesting easier while the length of the branch is kept less than 5 m to sustain and to optimize flowering. This silviculture strategy is applied in the second and third year of growth. Ylang-ylang plantation will be better spaced at 5 x 5m.

Kata Kunci : rancang model, agroforestri, Ylang-Ylang

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf