PARTISIPASI MASYARAKAT DESA KATEKAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN JATI PERUM PERHUTANI KPH PURWODADI
DINI SURYANDARI EKA SEPTIANI, Wahyu Tri Widayanti, S. Hut., MP.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANPHBM merupakan satu sistem yang memberikan arah pengelolaan sumberdaya hutan, memadukan aspek-aspek ekonomi, ekologi, dan sosial secara proporsional serta bertujuan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan. PHBM dilakukan bersama oleh Perum Perhutani, masyarakat desa hutan, dan pihak yang berkepentingan (stakeholder). Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1 ). Interaksi masyarakat desa hutan terhadap pengelolaan sumberdaya hutan, 2). Motivasi masyarakat desa hutan untuk berpartisipasi dalam PHBM, 3). Partisipasi masyarakat desa hutan dalam pelaksanaan PHBM, dan 4). Harapan masyarakat desa hutan dalam PHBM. Penelitian dilaksanakan di Desa Katekan, termasuk wilayah KPH Purwodadi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7 Mei sampai dengan 10 Juni 2007 dengan menggunakan metode studi kasus (case study). Subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat desa hutan yang keterlibatannya dalam PHBM melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Metode pengumpulan data menggunakan sistem bola salju (snowball system). Data diperoleh dari basil wawancara dengan informan. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan variabel partisipasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1 ). Interaksi masyarakat Desa Katekan terhadap hutan dapat berupa interaksi positif yaitu: menjadi tenaga kerja dalam kegiatan kehutanan, menggarap lahan andil, mengambil air dan menenam Jarak Pagar; dan interaksi negative yaitu: mencari kayu bakar, pengembalaan temak, pengambilan hijauan pakan temak, mencuri kayu, dan bahan tambang. 2). Motivasi masyarakat berpartisipasi dalam PHBM didasarkan pada motif sosial, ekonomi, ekologi, dan politik. 3). Partisipasi masyarakat dalam sosialisasi termasuk partisipasi melalui konsultasi, dalam dialog multipihak termasuk partisipasi pasif, dalam pembentukan LMDH dan Forum Komunikasi (FK) termasuk partisipasi fungsional, dalam pendataan sekaligus pembatasan wengkon termasuk partisipasi interaktif, dalam perjanjian kerjasama termasuk partisipasi melalui konsultasi, dalam penyusunan rencana strategis termasuk partisipasi interaktif, dan dalam pelaksanaan PHBM termasuk partisipasi untuk insentif. 4). Harapan masyarakat antaralain: menginginkan hutan hijau kembali, menggarap lahan serta mendapat manfaat dari hasil PHBM, LMDH dapat mewadahi partisipasi seluruh kelompok sosial terutama masyarakat petani, keterlibatan pemerintah dalam PHBM melalui FK PHBM, dan Perum Perhutani turut berperan sebagai fasilitator.
Management of Forest with society (PHBM) is a system which gives direction to manage forest resource, combine aspect of economic, social and ecology proportionally and also intends to increase the benefit of company and prosperity of community around forest. PHBM conducted together by perhutani perum, forest village community, and the interested parties. The purposes of this research are to understand: 1) Interaction between forest village community and forest resources management, 2) Motivation of forest village community to participate in PHBM, 3) Participation of forest village community in PHBM implementation, and 4) The expectation of forest village community from PHBM implementation. The research conducted in Katekan Village, KPH Purwodadi Perum Perhutani Unit l middle Java. The research conducted at 7 May-10 June 2007 by using case study method. The subject of this research is forest village community who are involved on PHBM through forest village community institute. The method of collecting data is snowball system. The data come from interviewing with informants. The analysis data conducted with descriptive base on participation variable. The results of this research can be concluded as follows: 1) Interaction between forest village community and forest resources can be positive interaction, there are: becoming labor forestry activity, working on share farm, taking water, and planting Jarak Pagar; and negative interaction are: searching firewood, tending livestock, taking HPT, handicraft wood, , and mineral (limestone), 2) Motivation of community to participate in PHBM based on socials, economics, ecology, and politics, 3) Participation of society in socialization including participation by consultation, in multiparty dialogue including passive participation, in establishment of LMDH and forum of communications (FK) including functional participation, in demarcation of wengkon including interactive participation, in cooperation agreement including participation through consultation, in compilation of strategic plan including interactive participation, and in PHBM implementation including participation for insentif, and The expectation of forest village community from PHBM implementation are : They wish the forest green, work on the share farm and get the benefit from PHBM result, LMDH can contain participation of entire social group especially farmer community, governmental involvement in PHBM through FK PHBM, and Perhutani have a role ad facilitator.
Kata Kunci : masyarakat desa hutan, PHBM, partisipasi