Laporkan Masalah

PENGARUH PERBEDAAN LOKASI DAN DIAMETER BATANG KAYU AKASIA (Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth.) SEBAGAI BAHAN MEBEL DAN KERAJINAN

Yaredi Waruwu, Ir. Kasmudjo, M.S.

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Peningkatan produksi industri mebel dan kerajinan kayu dihadapkan pada permasalahan ketersediaan bahan baku yang semakin terbatas dan harganya yang semakin tinggi. Ketidakseimbangan antara pasokan bahan baku dengan kapasitas produksi akan berdampak pada ketidaklancaran proses produksi di industri kayu termasuk industri mebel dan kerajinan. Kayu akasia (Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth.) dari hutan rakyat merupakan jenis yang perlu dikaji kemungkinannya sebagai bahan baku mebel dan kerajinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat pengerjaan kayu akasia dan kesesuaiannya sebagai bahan mebel dan kerajinan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (CRD) dengan 2 faktor yaitu lokasi (utara, tengah, selatan) dan diameter batang (15-20 cm, 21-25 cm umur l O tahun) dengan masing-masing 3 ulangan. Uji sifat pengerjaan mengikuti standar ASTM D-1666-64 (I 985), meliputi uj i penggergajian (pembelahan), pengetaman, pembubutan, pengeboran dan pengampelasan. Cacat yang diamati meliputi serat terangkat, serat tercabik, serat berbulu dan tanda serpih. Selain itu untuk mendukung penelitian ini dilakukan pengujian berat jenis, penyusutan (t) dan (r), kekerasan, kekuatan tekan sejajar serat dan tekan tegak lurus serat kayu dengan menggunakan standar British B.S. 373 (1957). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeboran menghasilkan persen cacat paling besar, yaitu 9,84%, disusul kemudian pembubutan 7,56%, pengetaman 5,28%, penggergajian (pembelahan) 4,66%, dan pengampelasan 0, 16%. Dengan demikian kayu akasia mempunyai rata-rata total cacat pengerjaan 5,49% termasuk kelas pengerjaan l (sangat baik). Faktor lokasi tidak memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap cacat yang terjadi, sedangkan diameter batang memberikan perbedaan sangat nyata terhadap pengeboran dan perbedaan nyata pada pengampelasan. Hasil pengujian parameter pendukung, yaitu sifat fisika dan mekanika kayu akasia: berat jenisnya 0,61 (berat), rasio T/R 1,68 (kurang stabil), kekerasan 566, 11 kg/cm2 (keras), kekuatan tekan sejaJar serat 540, 77 kg/cm2 (kuat), kekuatan tekan tegak lurus serat 250,87 kg/cm (kurang). Kayu akasia berpeluang digunakan untuk mebel dan aneka kerajinan.

Kata Kunci : sifat pengerjaan, cacat pengerjaan, mebel dan kerajinan

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf