Laporkan Masalah

Perdagangan Burung di Pasar Depok Surakarta Provinsi Jawa Tengah

Ilham Syach Reza Al Mufadh Dhal, drh. Subeno, M.Sc.

2023 | Skripsi | KEHUTANAN

Perdagangan burung di Pasar Depok Surakarta, merupakan salah satu pusat perdagangan burung di Pulau Jawa. Burung yang diperdagangkan berasal dari berbagai wilayah baik yang legal maupun ilegal. Perdagangan burung ilegal telah menjadi ancaman serius terhadap kelangsungan hidup burung-burung di alam liar. Burung yang diperdagangkan jenisnya sangat beragam dan diduga juga memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perdagangan burung di Pasar Depok terkait dengan jenis-jenis yang diperdagangkan, alur perdagangan dan nilai ekonominya. Pengambilan data dilakukan mulai bulan Juni hingga Agustus 2023. Data primer yang dikumpulkan adalah jenis-jenis burung, harga jual burung di pasar dan stakeholder yang terlibat dalam perdagangan burung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pedagang, pemasok, dan pembeli burung. Pemilihan responden digunakan stratified random sampling untuk pedagang dan search sampling untuk pemasok dan pembeli. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur terkait peraturan dan data perdagangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan  terdapat 7.159 individu burung yang diperdagangkan yang berasal dari 150 jenis yang berbeda dan tergolong dalam 33 famili. Dari jenis burung yang diperdagangkan tersebut, terdapat 24 jenis burung endemik Indonesia, 21 jenis burung dilindungi, 6 jenis burung yang masuk dalam daftar appendix CITES, dan berbagai status konservasi menurut IUCN. Terdapat empat alur perdagangan yang berbeda di Pasar Depok. Nilai ekonomi perdagangan burung yang mencapai total 955.565.000 rupiah, dengan harga rata-rata burung sekitar 133.477 rupiah per individu burung, Tuwur Asia mencapai harga tertinggi, 12.000.000 rupiah, sementara Bondol Peking tercatat dengan harga terendah, hanya 5.000 rupiah. Tingginya harga burung yang diperdagangkan lebih dipengaruhi oleh kelangkaan, status perlindungan, dan popularitas burung.

The bird trade at Depok Market in Surakarta is one of the Java bird trade centers. The birds traded come from various regions, both legal and illegal. The illegal bird trade has become a severe threat to the survival of birds in the wild. The birds traded vary in species and are suspected to have an economic impact on the community. This study investigates the bird trade in the Depok market concerning the species traded, the trade flow, and economic value. Data were collected from June to August 2023. Primary data collected were the types of birds, the selling price of birds in the market, and stakeholders involved in the bird trade. Data were collected through observation and interviews with bird traders, suppliers, and buyers. Respondents were selected using stratified random sampling for traders and search sampling for suppliers and buyers. Secondary data was obtained through literature studies related to trade regulations and data. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively. The results show that there were 7,159 individual birds traded from 150 different species belonging to 33 families. Of the traded birds, 24 are endemic to Indonesia, 21 are protected, six are listed in the CITES appendix, and various conservation statuses according to IUCN. There are four different trade flows in Depok Market. The economic value of the bird trade reached a total of 955,565,000 rupiahs, with an average bird price of around 133,477 rupiahs per individual bird, with the Tuwur Asia reaching the highest price, 12,000,000 rupiahs, while the Bondol Peking recorded the lowest price, only 5,000 rupiahs. The high prices of traded birds are more influenced by their rarity, protection status, and popularity.

Kata Kunci : Perdagangan burung, Pasar Depok, Surakarta, Nilai ekonomi, Alur perdagangan

  1. S1-2023-442302-abstract.pdf  
  2. S1-2023-442302-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-442302-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-442302-title.pdf