Laporkan Masalah

Pengaruh Instrumen Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Muslim Miskin di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi Kasus: Kecamatan Pleret)

Meliyana Ariyas Noviantika, Yuni Andari, SE., M.Si.

2023 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Kemiskinan merupakan masalah global yang dihadapi oleh sebagain besar negara, terutama pada negara berkembang. Di Indonesia, kemiskinan menjadi permasalahan yang belum tuntas untuk diselesaikan oleh pemerintah dan masih menjadi masalah yang serius. Salah satu instrument dalam Islam yang berperan dalam menekan angka kemiskinan adalah Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Program pendayagunaan menjadi salah satu program yang pengentasan kemiskinan dengan memanfaatkan dana zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Bantul. Studi ini menganalisis tentang pengaruh zakat terhadap kesejahteraan keluarga miskin muslim di Kecamatan Pleret dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 68 responden. Analisis yang digunkan dalam penelitian terdiri dari regresi linier berganda dan model CIBEST. Hasil analisis yang diperoleh dari analisis regresi linier berganda, memperlihatkan bahwa terdapat dua variabel yang signifikan terdiri dari variabel jumlah bantuan zakat dan lama sekolah kepala keluarga. Hasil analisis CIBEST menunjukkan jumlah keluarga miskin muslim terbanyak terdapat pada kuadran sejahtera yaitu sebanyak 45 keluarga atau sebesar 66,17?ri 68 jumlah responden yang diteliti. 

Poverty is a global problem faced by most countries, especially in developing countries. In Indonesia, poverty is a problem that has not been resolved by the government and is still a serious problem. One of the instruments in Islam that plays a role in reducing poverty is Zakat, Infaq, and shadaqah (ZIS). The empowerment program is one of the programs that alleviate poverty by utilizing zakat funds carried out by BAZNAS Bantul Regency. This study analyzes the effect of zakat on the welfare of poor Moslem households in Pleret District using purposive sampling technique as many as 68 respondents. The analysis used in the study consists of multiple linear regression and CIBEST model. The analysis results obtained from multiple linear regression analysis, show that there are two significant variables namely of the variable amount of zakat assistance and the length of schooling of the head of the family. The results of the CIBEST analysis show that the largest number of poor Moslem households is in the prosperous quadrant, namely 45 families or 66.17% of the 68 respondents studied.

Kata Kunci : Kemiskinan, Kesejahteraan, Model CIBEST, ZIS (Zakat, Infak, Sedekah)

  1. D4-2023-446944-abstract.pdf  
  2. D4-2023-446944-bibliography.pdf  
  3. D4-2023-446944-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2023-446944-title.pdf