Laporkan Masalah

Persepsi Masyarakat terhadap Penambangan Pasir di Kali Putih Taman Nasional Gunung Merapi

Luthfia Sakina, Dr. Ir. Much. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si., IPU.

2023 | Skripsi | KEHUTANAN

Kelestarian Taman Nasional Gunung Merapi sebagai suatu ekosistem dipengaruhi oleh dinamika sosial ekonomi masyarakat yang berada di sekitarnya. Untuk mendukung kelestarian ekosistem taman nasional diperlukan sinergisitas dan persamaan pandangan antara pihak pengelola dan masyarakat desa penyangga kawasan. Penelitian ini dilakukan di Desa Ngargosoko sebagai desa dengan akses kawasan penambangan pasir Kali Putih sekaligus desa penyangga Zona Khusus Mitigasi dan Rekonstruksi Taman Nasional Gunung Merapi. Tujuan penelitian adalah mengetahui persepsi masyarakat terhadap penambangan pasir di Kali Putih Taman Nasional Gunung Merapi. Penelitian dilakukan dengan mewawancara 100 responden menggunakan kuesioner tertutup. Data persepsi dianalisis secara deskriptif menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66% Masyarakat Desa Ngargosoko telah memiliki persepsi tinggi, sedangkan 34% sisanya memiliki persepsi tingkat menengah. Hal tersebut berarti bahwa mayoritas masyarakat Ngargosoko telah memiliki pemahaman yang baik terkait fungsi kawasan dan menganggap bahwa penambangan pasir dalam kawasan dapat menjadi suatu ancaman bagi ekosistem Merapi. Meskipun sebagian besar masyarakat telah memiliki persepsi yang baik, namun kenyataan di lapangan menunjukkan adanya aktivitas penambangan pasir di Kali Putih masih terjadi. Hal tersebut dikarenakan masyarakat tidak merasakan dampak signifikan dari aktivitas penambangan terhadap kelangsungan hidup dan lingkungan di sekitarnya, selain itu penambangan pasir telah menjadi mata pencaharian utama masyarakat dalam waktu yang begitu lama, dan hingga saat ini masyarakat merasa belum menemukan alternatif pekerjaan yang dapat memberikan penghasilan setara dengan penambangan pasir di Kali Putih.

The sustainability of Mount Merapi National Park as an ecosystem is influenced by the socio-economic dynamics of the people living around it. To support the sustainability of the national park ecosystem, synergy and common views are needed between the management and the local community supporting the area. The research was conducted in the Kali Putih sand mining area, the Special Mitigation and Reconstruction Zone of the Mount Merapi National Park in Ngargosoko Villages as the study area. The aim of the study was to determine the local community's perception of the sand mining activity in Kali Putih, Mount Merapi National Park. The research was conducted using an interview method of 100 respondents using a closed questionnaire. Perception data were analyzed by descriptive quantitative with Likert scale. The results shows that 66% of respondents have a high perception and the rest 34% have mid perception. The result can be interpreted that majority of Ngargosoko local community already has a good understanding of the function of the area and consider that sand mining activity in the area can be a threat to the Mount Merapi ecosystem. Even though most people in community already have a good perception, the reality still shows that sand mining activities in Kali Putih are still occurring. This can be caused the community does not experience the significant impact of mining activities on their survival and the surrounding environment, apart from that sand mining has been the community's main livelihood for a long time, and until now the community perceives they have not found alternative jobs that can provide equivalent income. with sand mining in Kali Putih.

Kata Kunci : Persepsi, Kali Putih, Taman Nasional Gunung Merapi, Penambangan Pasir, Zona Khusus Mitigasi dan Rekonstruksi/Perception, Kali Putih, Mount Merapi National Park, Sand Mining, Special Mitigation and Recontruction Zone

  1. S1-2023-439082-abstract.pdf  
  2. S1-2023-439082-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-439082-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-439082-title.pdf