Hubungan berat jenis dengan perilaku mekanika bambu
SUPRIYATNO, Arif, Ir. H. Morisco, PhD
2003 | Tesis | S2 Teknik SipilBambu sebagai bahan bangunan masih banyak digunakan sebagai bahan bangunan penunjang. Kelebihan bambu antara lain dapat tumbuh dengan cepat dan memiliki sifat mekanik yang baik dan dapat digunakan dengan cara yang sederhana. Pemahaman sifat fisika dan mekanik bambu dengan benar akan didapat pemakaian bambu secara optimum, sehingga lebih ekonomis, tidak membahayakan dan tidak terbatas sebagai bahan bangunan penunjang. Berat jenis sebagai parameter untuk mengetahui kekuatan mekanik bambu akan sangat membantu dalam pemahaman bambu secara sederhana. Penelitian ini merupakan gabungan antara pengujian eksperimen sebagai data primer dengan pengumpulan data hasil pengujian penelitian sebelumnya sebagai data sekunder. Hasil pengujian berat jenis dan mekanika dianalisis menggunakan uji regresi dengan berbagai jenis persamaan. Jenis persamaan dengan nilai korelasi terbesar dan diatas R=0,7071 atau prosentase varian sebesar 50% dapat digunakan. Hasil Penelitian menyatakan bahwa, secara umum hubungan berat jenis dengan kuat tarik, tekan dan lentur mempunyai hubungan yang kuat. Pada kuat tarik ultimit menghasilkan nilai korelasi R=0,7605 dengan persamaan polinomial y = -9537,6x2 + 13023x - 4070,9, kuat tarik proposional nilai R=0,9014 dengan persamaan logaritma y = -707,41Ln(x) + 540,28, kuat tekan ultimit nilai korelasi R=0,8888 dengan persamaan y= -46,138x2 + 166,09x - 39,676, kuat tekan proposional nilai R=0,8930 dengan persamaan polinomial y= -36,664x2 + 101,82x - 17,947, kuat lentur ultimit nilai korelasi R=0,7605 dengan persamaan polinomial y= -9537,6x2 + 13023x - 4070,9, kuat lentur proposional nilai R=0,9055 dengan persamaan polinomial y = -5617,1x2 + 8386,7x - 2823,9, kuat lentur pada lendutan L/360 mm nilai R=0,9429 dengan persamaan polinomial y = 6,2714x2 + 0,7305x + 1,8786.
Bamboo as material construction is used for support material. Advantages of the bamboo among other things can grow rapidly, have good mechanical properties and can be used with simple method. Proper understanding of physical and mechanical characteristic of bamboo will create its usage optimally so that will be more economical, not endanger and not merely for support material. Refering to the above case, this specific gravity wich is used as parameter to know bamboo mechanical strength is hopefully can be helpful in understanding bamboo in simple way. The experimental result as primary data were combined with previous research as secondary data. Specific gravity and mechanical testing result were analyzed by regression method with various type of equations. The biggest correlation coefficient of the equation type namely more than R=0.7071 or variant percentage amount to 50% was choosen. Generally, result in this research showed that there was a strong correlation between specific gravity and tension stress, compression stress, and bending stress. Tension stress had correlation coefficient R = 0,7605 with polynomial equation y = -9537,6x2 + 13023x – 4070,9, correlation coefficient of proportional tension stress R = 0,9014 with logarithmic equation y = -707,41Ln(x) + 540,28, correlation coefficient of compression stress R = 0,8888 with polynomial equation y = -46,138x2 + 166,09x – 39,676, correlation coefficient of proportional compression stress R = 0,8930 with polynomial equation y = -36,664x2 + 101,82x –17,847, correlation coefficient of bending stress R = 0.7605 with polynomial equation y = -9537,6x2 + 13023x – 4070,9, correlation coefficient of proportional bending stress R = 0,9055 with polynomial equation y = -5617,1x2 + 8386,7x –2823,9, correlation coefficient of bending stress at L/360 mm deflection R = 0,9429 with polynomial equation y = 6,2714x2 + 0,7305x + 1,8786.
Kata Kunci : Bahan Bangunan,Bambu,Kuat Mekanika dan Berat Jenis, bamboo, specific gravity, mechanical properties, correlation