Laporkan Masalah

Pengaruh Pruning Tegakan dan Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Amorphophallus muelleri pada Sistem Agroforestri Formis-porang di Gunungkidul

Auliya Almaesharoh, Dr. Arom Figyantika, S.Hut., M.Sc.; Dr. Ir. Handojo H. Nurjanto, M.Agr.Sc., IPU.

2023 | Skripsi | KEHUTANAN

Informasi mengenai pengaruh pruning dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan produksi Amorphophallus muelleri masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan pruning terhadap pertumbuhan tegakan A. auriculiformis serta pengaruh pruning dan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil umbi porang umur empat bulan di bawah tegakan A. auriculiformis umur tujuh tahun.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Split Plot Randomized Complete Block Design yang terdiri dari dua faktor percobaan yaitu pruning sebagai main-plot (tanpa pruning/P1 dan pruning 90% Volume Tajuk/P2) dan dosis pupuk kandang sebagai sub-plot (0 gr/F1, 250 gr/F2, dan 500 gr/F3). Penelitian dilakukan dengan tiga blok sebagai ulangan. Parameter pengukuran yang diambil adalah tinggi dan diameter untuk tegakan A. auriculiformis. Sedangkan untuk tanaman porang adalah tinggi dan diameter batang porang serta pertambahan berat basah dan berat kering umbi porang hingga umur empat bulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pruning setelah enam bulan tidak memengaruhi secara signifikan pertambahan tinggi dan diameter tegakan A. auriculiformis umur tujuh tahun. Pruning pada tegakan A. auriculiformis yang memengaruhi intensitas cahaya yang masuk pada lantai hutan tidak memberikan pertambahan yang signifikan terhadap tinggi dan diameter tanaman porang serta pertambahan berat basah dan berat kering umbi porang. Pupuk kandang tidak memberikan efek yang signifikan terhadap tinggi tanaman porang dan hasil umbi porang akan tetapi pemberian pupuk kandang cenderung memberikan pertumbuhan porang yang lebih baik.

Information regarding the effect of pruning and manure on the growth and the corm yield of Amorphophallus muelleri is still limited. This study aims to quantify the effect of pruning on the growth of Acacia auriculiformis along with the growth and corm yield of Amorphophallus muelleri at four months old under the A. auriculiformis stands at seven years old.

The experiment was conducted in a Split Plot Randomized Complete Block Design with two treatments, pruning as the main-plot (non-pruning/P1 and pruning 90% of crown volume/P2) and manure as the sub-plot (0 g/F1, 250 g/F2, and 500 g/F3). The treatments were established in 3 blocks as replication. The parameters measured were the height and diameter of the A. Auriculiformis stands along with the height and diameter of konjac plants and the increment of fresh weight and dry weight of konjac corm at the age of four months old.

The result showed that six months after pruning, it did not significantly affect the growth of height dan diameter of the A. auriculiformis stands at the age of seven years. Pruning of the A. auriculiformis that affected light intensity reaching the forest floor did not significantly increase the height and diameter of konjac plants and the increment of fresh weight and dry weight of konjac corm. Manure application had no significant effect on the konjac plant height and the konjac corm yield. However, the treatments tend to give better results on konjac plant growth.

Kata Kunci : Acacia auriculiformis, Amorphophallus muelleri, pruning, pupuk kandang, dan intensitas cahaya relatif.

  1. S1-2023-442265-abstract.pdf  
  2. S1-2023-442265-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-442265-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-442265-title.pdf