Keanekaragaman Burung pada Kawasan Terdampak dan Tidak Terdampak Erupsi di Resort Kemalang Taman Nasional Gunung Merapi
Leny Hartasya Agustin, Dr. rer. nat. Ir. Sena Adi Subrata, S. Hut., M. Sc., IPU
2023 | Skripsi | KEHUTANAN
Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010 mengakibatkan perubahan kondisi ekosistem. Gunung Merapi ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) beserta masyarakat. Akibat kawasan TNGM yang mengalami dampak perubahan ekosistem akan mempengaruhi kompoisisi burung. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan keanekaragaman burung pada kawasan terdampak dan tidak terdampak erupsi di Resort Kemalang. Pengambilan data dilakukan pada dua lokasi yaitu kawasan terdampak erupsi dan kawasan tidak terdampak erupsi yang berada di lereng tenggara Gunung Merapi. Data populasi burung diambil dengan menggunakan metode point count, sedangkan data habitat diambil dengan menggunakan metode nested sampling dan protocol sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software PAST untuk membandingkan keanekaragaman burung dan Generalized Linear Model (GLM) untuk mengidentifikasi pengaruh faktor biotik dan abiotik yang mempengaruhi keanekaragaman burung di Resort Kemalang TNGM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan terdampak erupsi diperoleh keanekaragamn burung sebesar 2,25 dan pada kawasan tidak terdampak erupsi diperoleh keanekaragaman burung sebesar 3, dengan hasil dari uji diversity t-test sebesar p(value) 0,0001292 yang berarti signifikan. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keanekaragaman jenis bruung didominasi oleh variabel jumlah jenis pohon. Oleh karena itu, penting untuk melakukan monitoring secara berkala mengenai keanekaragaman jenis burung dan pengkayaan jenis pohon. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan habitat yang optimal untuk burung dan agar kelestarian flora maupun fauna tetap terjaga.
The eruption of Gunung Merapi the occurred in 2010 resulted in changes in ecosystem confitions. Gunung Merapi is managed by the Gunung Merapi National Park management (GMNP) and the community. As a result of the GMNP area experiencing the impact of ecosystem changes, it will affect and not compare bird diversity in areas affected and affected by the eruption at the Kemalang Resort. Data collection was carried out at two location, namely the area affected by eruption and the area not affected by eruption on the southeastern slope of Gunung Merapi. Bird population data was taken using the point count method, while habitat data was taken using nested sampling method and protocol sampling. Data analysis was was carried out using the PAST software to campare bird diversity and the the Generalized Linear Model (GLM) to identify the influnce bird diversity at the Kemalang Resort GMPN. The result of the research showed that in areas affected by the eruption, a bird diversity values was obtained at 2,25 an in areas not affected by the eruption, a bird diversity values obtained at 3, with the result of the diversity t-test of p(value) 0,0001292 which means it is significant. Enviroment factors that influence bird species diversity are dominated by the the number of tree species. Therefore, it is important to carry out reguler monitoring of bird species diversity and tree species enrichment. This is important to carry out reguler monitoring of bird species diversity and tree species enrichment. This aims to provide optimal habitat for birds and so that preservation of flora and fauna is maintained.
Kata Kunci : Burung, Erupsi, Taman Nasional Gunung Merapi