Karakter kawasan obyek wisata Koanara :: Studi kasus Desa Adat Koanara dan sekitarnya Kabupaten Ende, NTT
FRANSISKUS, Leni, Dr.Ir. Arya Ronald
2003 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturKoanara Moni merupakan suatu desa adat. Belakangan ini pranata nilai budaya yang dipraktekkan masyarakat kampung Koanara, Kopo One, Watugana (3 kampung tersebut berada dalam desa Koanara) sudah mulai berubah. Perubahan ini ikut mentransformasikan wujud fisik di kawasan tersebut. Kenyataan demikian melahirkan kebutuhan untuk mengakomodasi aktifitas-aktifitas yang semakin kompleks. Akan tetapi, ada keterbatasan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di dalam kawasan tersebut. Sebab utamanya adalah eksploitasi yang tak terkendali, yang pada gilirannya menciptakan krisis multidimensional. Budaya pariwisata ternyata mengakibatkan penurunan kualitas ruang, lingkungan, keterasingan , dan tercerabutnya nilai-nilai lokal setempat. Fenomena destruktif ini harus dikendalikan dengan memberi arahan bagi pengembangan fisik di kawasan tersebut. Perubahan ini telah mengubah bentuk dan fungsi bangunan. Kawasan lama yang bertipe pemukiman tradisional ditransformasi menjadi suatu area bisnis dan pelayanan jasa. Desain ruang yang mengambil pola medan perang perlahan-lahan bergeser mengikuti prinsip perencanaan dan penataan ruang modern. Penelitian dengan judul “Karakter Objek Wisata Koanara†difokuskan pada desa adat Koanara. Tujuannya adalah untuk mengekplorasi dan memperkenalkan ragam karakteristik dari obyek-obyek wisata dan berusaha mencari pola praktis dalam mengontrol dan mengawali upaya pengembangan kawasan pemukiman tradisional. Kontribusi ini sejalan dengan upaya untuk merevitalisasi obyek-obyek wisata. Kampung adat memiliki elemen penciptaan imajinasinya sendiri : path, nodes, landmark, district, edge. Fokusnya adalah tiga penggalan jalan sebagai karakter yang paling representatif. Penelitian ini dimaksudkan untuk menemukenali obyek yang berkarakter serta unsur-unsur pembentuk kawasan. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat memberi desain alternatif sebagai arahan baru yang memenuhi harapan perubahan melalui penciptaan ruang baru dengan atraksi-atraksi wisata yang berbeda. Pada akhirnya, kawasan penelitian diharapkan berhubungan secara lebih strategis dengan danau tiga warna “Kelimutuâ€.
Koanara Moni village is a folk village. Recently, cultural values embedded in the daily practice of Koanara, Kopo One, Watugana ( three sub-village in Koanara) have began to change. That change has transformed the area’s physical posture. This fact creates need to accommodate the more complex activities. But, there are limitations and obstacles that challenged by people living around the area. The core cause is an uncontrolled exploitation that consequent ly brings multi-dimensional crisis. The qualitative degradation of space, circumstances, the spatial alienation and the uprooting of cultural values have been the risks of the growing tourism culture. These destructive phenomena should be handled by giving direction for the physical development in tourism area. The change has shifted the form and function of the building. It transforms the are from traditional type of residence into business and service area. The old design with its battlefield model slowly changes into principles of planning and arrangement. Research with title “Character of Koanara’s Tourism Objects “ focused on Koanara folk village. It is aimed at exploring and introducing the characteristics of tourism objects and searching for the practicable model in controlling and initiating the development of traditional residence area. These contributions are in terms with the conservational practices of tourism object. The folk sub-village contains the elements of creating its own images : path, nodes, landmark, district and edge. Its focus was on three types crossroad as the most representative character. This research is to enlighten the character, causal factor and trend of change. The obtained results being asked for giving alternative desig n as new guidelines that may meet the growing condition, by creating new space with different attraction. At least, the observed area can be connected with “Kelimutu†lake.
Kata Kunci : Kawasan Wisata,Karakter Desa Adat, Tourism object, field character, folk village.