ANALISIS PENDAPATAN DAN BIAYA PRODUKSI KERAJINAN RUMAH TANGGA BERBAHAN KAYU SENGON
TRI SUTRISNO, Ir. Sisiwantoyo Diponingrat, M.S.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANPertambahan penduduk yang dari tahun ketahun meningkat tidak bisa dianggap mudah. Hal ini akan menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya pengangguran, meningkatnya jumlah kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya. Oleh karena itu perlu adanya pemecahan masalah yaitu tersedianya lapangan pekerjaan, salah satunya adalah terciptanva industri kerja Untuk penyesuaian iklim ekonomi pedesaan di Yogyakarta saat ini yang paling cocok adalah industri kecil lndustri kecil pada umumnya mempunyai sifat dinamis dan cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan pasar. Industri kecil menyerap tenaga kerja tidak dibatasi dengan syarat pendidikan ,ang rnemadai. Tetapi ada suatu hal yang menjadi kelemahan pada industri kecil yaitu belum mempunyai catatan administrnsi keuangan yang teratur catatan administrasi keuangan ini didalamnya terdapat perhitungan biaya yang dikeluarkan untuk satu bular. produksi dan pcndapatan yang diperoleh. Selama ini para pengrajin hanya memperhatikan kelangsungan produksi saja. mereka tidak mengetahui besarnya keumungan yang diperoleh selama satu bulan produksi secdara periodik. sehingga dalam proses produksi tidak ada kontrol sebagai pedoman kelangsungan produksi dan penentuan langkah-angkah produksi sesuai dengan kecenderungan pasar kerajinan vang akan datang Penelitian ini dilakukan di sentra industri keraiinan topeng kayu desa Putat, kecamatan Patuk. Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan dengan mencari biaya total produksi yang merupakan jumlah antara total biaya tetap dengan biaya variabel dan keuntungan yang didapat oleh masing-masing skala industri yaitu industri besar. industri sedang dan industri kecil Dari hasil penelitian pada sentra industri kerajinan topeng kayu desa Putat diperoleh beberapa elemen yang berhubungan dengan perputaran biaya dan keuntungan diantara lain ialah biaya total pada penelitian kali ini biaya total yaitu biaya yang dikeluarkan selama satu bulan produksi untuk menghasilkan beberapa jenis topeng vang diproduksi yaitu jenis XL, L, M dan mikro. untuk industri besar biaya total sebesar Rp. 12.467.276, 196, industri sedang biaya total sebesar Rp 7.444.281,652, industri kecil biaya total sebesar Rp. 4.682.130,092. Selain itu biaya produksi dipengaruhi uleh biaya variabel. yaitu upah pekerja ternyata biaya yang dikeluarkan untuk upah rata-rata sebcsar 63-65 °,o dari total biaya yang dikcluarkan. Sedangkan untuk keuntungan yang dipero!eh yaitu hasil pe:1jualan se!ama satu bu!an produksi terhadap beberapa jeni, tnpeng yang dibuat selama satu buIan terdiri dari hasil penelitian ini didapat bahwa penjualan tooeng per bulan cukup tinggi. umuk industri. skala besar pada penelitian ini keuntunga,1 yang diperoleh sebesar Rp 6 882 723.80--l. untuk industri sedang sebesar Rp 3 980 718. ,..8. dan untuk industri kecil sebesar Rp. 2.330 369.906. Dari perhitungan keuntungan per unit untuk industri besar rata-rata sebesar 35,136 % dari total penjualan untuk masing-masing unit. Industri sedang rata-rata sebesar 34, 110% dari total penjualan untuk masing-masing unit, dan idustri kecil rata-rata sebesar 31.923% dari total pcnjualan untuk masing-masing unit.
Kata Kunci : industri kerajinan, total biaya, biaya tetap, biaya variabel, pendapatan, keuntungan