Analisis Tingkat Kewaspadaan (Situational Awareness) Terhadap Biomechanical Distraction Pengemudi Mobil
Celine Natalie Benedictus, Ir. Andi Rahadiyan Wijaya, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN.Eng
2023 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI
Teknologi
transportasi terus mengalami modernisasi dari tahun ke tahun. Memiliki mobil
tidak hanya sebatas bisa mengemudikannya saja, karena mengemudi bukan suatu
pekerjaan yang mudah karena pengemudi harus memiliki kesadaran untuk
bertanggung jawab terhadap keselamatan dirinya, penumpang, dan sesama pengguna
jalan. Melakukan secondary task saat mengemudi atau melakukan beberapa
tugas sekaligus saat mengemudi seperti mengirim pesan teks, makan, atau
menelpon dapat mengalihkan perhatian pengemudi dari fokus dan konsentrasi pada
jalan dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan salah satu bentuk biomechanical
distraction yang dapat menyebabkan terjadinya berkurangnya situational
awareness pengemudi yaitu ketika pengemudi melakukan gerakan fisik yang
mengalihkan perhatian dari tugas mengemudi.
Metode
penelitian ini menggunakan metode QUASA yaitu salah satu metode yang digunakan
untuk mengukur nilai situational awareness dengan melibatkan 12
responden dengan rata-rata usia 22 tahun dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM
A). Eksperimen dijalankan dengan meminta responden melakukan simulasi dan
mengisi instrumen situational awareness. Durasi simulasi mengemudi
dilakukan selama 15-20 menit. Ketika eksperimen dijalankan, kuesioner mengenai
kesadaran situasional (level 1, 2, dan 3) akan dikumpulkan saat
responden melakukan eksperimen mengemudi.
Hasil
penelitian menunjukan mengendarai mobil dengan disertai biomechanical
distraction dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap situational
awareness pengemudi saat melakukan aktivitas mengemudi. Hal ini dapat
diamati pada perbedaan nilai rata-rata ASA (43,6±7.2) dan PSA (62,8±1.9) yang
didapatkan saat mengemudi dengan distraksi dan nilai rata-rata ASA tanpa
distraksi (72±1,3) dan PSA (89,6±1,8), begitu juga dengan driving
performance didapatkan lebih besar hasil collision, traffic rule
violation, dan accident mengemudi dengan biomechanical distraction.
Transportation
technology continues to undergo modernization from year to year. Owning a car
is not just about being able to drive it, as driving is not an easy task.
Drivers must have the awareness to take responsibility for their own safety,
the safety of passengers, and fellow road users. Engaging in multitasking while
driving or performing multiple tasks simultaneously such as texting, eating, or
making phone calls can divert the driver's attention from the road, increasing
the risk of accidents. One form of this biomechanical distraction can reduce
the driver's situational awareness, which occurs when the driver's physical
movements divert their attention from the task of driving.
The
research methodology used the QUASA method, which is one of the approaches used
to measure situational awareness. It involved 12 respondents with an average
age of 22 years who held a Driver's License. The experiment required the
respondents to engage in driving simulations and complete a situational
awareness instrument. The driving simulation lasted for 15-20 minutes. During
the experiment, questionnaires regarding situational awareness levels 1, 2, and
3 were collected as the respondents engaged in the driving experiment.
The
research results showed that driving a car with biomechanical distractions
significantly influences the driver's situational awareness during driving
activities. This is evident in the differences in the average values of ASA
(43.6±7.2) and PSA (62.8±1.9) obtained during driving with distractions, compared
to the average values of ASA without distractions (72±1.3) and PSA (89.6±1.8).
Similarly, driving performance showed greater instances of collision, traffic
rule violations, and accidents when driving with biomechanical distractions.
Kata Kunci : Situational Awareness, Driving Performance, Biomechanical Distraction, Risky Driving Behavior