Laporkan Masalah

Perubahan warna kulit sebagai biomarker pemulihan DNA oksidatif akibat pajanan sinar matahari :: Kajian pada pelajar SD

MUSTIKANINGSIH, Retno, dr. Yohanes Widodo, SpKK(K)

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Pelajar SD di Indonesia merupakan kelompok yang banyak mendapat pajanan SM terutama pada saat pelajaran olah raga dan pulang sekolah, serta saat bermain di area terbuka. Pajanan SM akan menyebabkan kerusakan DNA-oksidatif dan oksidasi tirosin yang menyebabkan perubahan warna kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perubahan warna kulit pada batas tertentu sebagai alat ukur untuk menentukan perubahan kadar-8-OhdG-urin akibat pajanan SM. Penelitian ini merupakan penelitian analisis observasional dengan menggunakan rancangan penelitian potong-lintang, dengan 30 subyek (1-β=80%) pelajar SD yang melakukan olah raga. Kerusakan DNA-oksidatif diukur dengan mengukur kadar- 8-OHdG urin menggunakan ELISA-reader 490nm dan perubahan warna kulit diukur dengan nilai L*a* menggunakan kromameter. Pada penelitian ini akan dicari korelasi nilai L*a* (variable bebas) dengan perubahan kadar-8-OHdG-urin (variabel tergantung) dan koefisien korelasi Pearson setelah pajanan SM. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, sebagai alat ukur dalam riset untuk menentukan metode protektif mencegah efek buruk SM pada material genetis manusia, terutama pada populasi yang juga berkerja di tempat terbuka.

Elementary school children as a group who to have more sun exposure especially when sport activity program, returning from school, and when they was playing in the open area. Solar exposure have caused oxidative-DNA-damage dan tyrosine oxidative was affecting skin color change. This study is designed to determine skin color change at the certain limit as a measurement to determine 8-OHdG urine level cause by sun exposure. A cross-sectional study conducted in 30 subject for elementary school children during sport programs activity. Oxidative DNA- damage will be measured by 8-OhdG-urine-level that examine by ELISA-reader 490nm and skin color change will be assessed by L*a* value using chromameter. This study to determine correlation between L*a* value (independent variable) and 8-OHdG urine level change (dependent variable) and Pearson correlation coefficient. It is expected that the result of this study will be beneficial for scientific as a measurement in research, to determine protective methods to prevent side effect sun exposure on the DNA damage especially in the population who done in the outdoor

Kata Kunci : Kedokteran Klinis, Sinar Matahari, Perubahan Warna Kulit dan Biomarker, skin color, urinary- 8-OHdG, DNA damage


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.