Tuberculosis infection in infants and children who have contact with positive sputum adult tuberculosis
NANING, Roni, Prof.dr. Ahmad Husain Asdie, SpPD-KE
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikPrevalensi infeksi tuberkulosis di negara berkembang termasuk Indonesia masih tinggi. Tuberkulosis pada anak cukup penting dengan alasan bahwa tuberkulosis pada bayi dan anak akan lebih mudah berlanjut menjadi TB paru yang lebih berat dan juga akan terjadi TB ekstra paru; infeksi tuberkulosis atau sakit tuberkulosis menunjukkan adanya penularan di lingkungannya dan tuberkulosis pada anak yang tidak ditangani akan menjadi sumber infeksi dimasa yang akan datang.. Adanya kontak serumah dengan individu yang menularkan adalah merupakan faktor risiko untuk infeksi atau sakit tuberkulosis pada bayi dan anak, di Indonesia data tentang hal tersebut masih terbatas. Adanya infeksi tuberkulosis dapat ditelusuri dari adanya kontak serumah dengan penderita TBC dewasa dengan BTA (+). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya risiko terjadinya infeksi tuberkulosis pada bayi dan anak yang mempunyai kontak serumah dengan penderita tuberkulosis dewasa BTA positif.. Rancang bangun penelitian adalah kohort retrospektif. Informasi tentang penderita tuberkulosis dewasa yang BTA positif dan negatif diambil dari poliklinik paru RS Dr Sarjito Yogyakarta, berdasarkan pemeriksaan mikroskop BTA. Pada bayi dan anak yang mempunyai kontak dengan penderita tuberkulosis BTA (+) dan BTA (-), dilakukan uji kulit tuberkulin dengan cara Mantoux, untuk mengetahui adanya infeksi tuberkulosis.. Didapatkan 140 bayi dan anak yang ikut dalam penelitian, 70 bayi dan anak mempunyai kontak serumah dengan penderita tuberkulosis dewasa BTA (+) dan 70 bayi dan anak mempunyai kontak serumah dengan penderita TB dewasa BTA (-). Tidak ada perbedaan yang bermakna antar kedua kelompok dalam hal umur, jenis kelamin, status imunisasi BCG, status gizi, kondisi rumah dan sosial ekonomi. Uji tuberkulin pada kontak dengan penderita TB dewasa BTA (+) yaitu (+) pada 50 bayi dan anak, negatif pada 20 bayi dan anak, sedangkan pada kontak dengan penderita TB dewasa BTA (-) adalah 18 bayi dana anak (+), 52 bayi dan anak negatif, dengan angka Risiko Relatif: 2.78, 95% CI: 1.82-4.25. Disimpulkan bahwa kontak serumah dengan penderita tuberkuloisis dewasa BTA (+) merupakan faktor risiko terjadinya infeksi tuberkulosis pada bayi dan anak..
Tuberculosis infection is highly prevalence in developing countries, including in Indonesia. Tuberculosis in children is significant for several reasons: The morbidity and mortality among infants and young children who tend to develop more severe pulmonary and extra pulmonary disease; tuberculosis infection or disease in a young child is a sentinel health event, indicating recent transmission of the tubercle bacillus in a community and the significant of tuberculosis in children are the pool from which future cases of infectious tuberculosis will arise. Concerning contact with an infectious subject as a risk factor of tuberculosis disease, in Indonesia there was limited data. Tuberculosis infection children can be traced from household contact with adult tuberculosis positive sputum acid fast bacilli. Objective of the study is to know the relative risk of tuberculosis infection in infants and children who have household contact adult tuberculosis with positive acid fast bacilli. The study design is retrospective cohort study. Information about the adult tuberculosis with positive sputum and negative acid fast bacilli collecting from lung-clinic Dr Sardjito Hospital, Yogyakarta, based on positive of the sputum smears examined microscopically (AFB). On the infants and children who have household contact adult TB patient with positive sputum and negative, we performed Tuberculin Skin Test (TST) to detect tuberculosis infection on child infants and children. In all, 140 infants and children participated in this study: 70 infants and children who had household contact with adult tuberculosis positive AFB and 70 infants and children who had household contact with adult tuberculosis negative AFB. There were no significant differences about age, gender, BCG vaccination status, nutritional status, housing condition and social economic between two groups. The TST of contact cases with positive AFB: 50 positive and 20 negative, meanwhile the TST of contact cases with negative AFB: 18 positive and 52 negative, Relative Risk: 2.78, 95% CI 1.82-4.25. Household contact adult tuberculosis with positive AFB was risk factor for tuberculosis infection in infants and children.
Kata Kunci : Kedokteran Klinis, Infeksi TB, Kontak Serumah dan BTA, Tuberculosis, household contact, sputum smear, acid fast bacilli.