Laporkan Masalah

Hubungan kecerdasan emosi dengan kecemasan pada siswa SMU :: Analisis antara siswa SMU Negeri 3 Jogjakarta dengan siswa SMU Taruna Nusantara

SUKARDIANSYAH, Prof.Dr.dr. Soewardi, MPH.,SpKJ(K)

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Latar belakang: Reaksi yang mendasari kecemasan adalah kewaspadaan terhadap bahaya, bila rasa takut memicu otak emosional maka bagian dari rasa cemas akan memusatkan perhatian untuk mencari pemecahan positif akan risiko dalam kehidupan. Menjaga agar emosi yang merisaukan tetap terkendali dapat dilakukan dengan adanya kemampuan mengelola emosi yang disebut sebagai kecerdasan emosi. Individu yang memiliki kecerdasan emosi lebih mampu mengendalikan diri dan mampu memo tivasi diri. Tujuan: Untuk mengetahui untuk mengetahui apakah individu yang mempunyai kecerdasan emosi yang baik, akan mempunyai tingkat kecemasan yang lebih rendah daripada individu dengan kecerdasan emosi yang kurang baik. Metode: Desain penelitian adalah cross-sectional study dengan jumlah subyek penelitian 224 orang, yang terdiri dari 112 siswa SMU Negeri 3 Jogjakarta dan 112 siswa SMU Taruna Nusantara. SMUN 3 Jogjakarta memiliki pola pendidikan dengan penegakan peraturan disiplin yang bersifat umum dan siswa tidak tinggal dalam asrama sekolah, sedangkan SMU Taruna Nusantara memiliki pola pendidikan dengan penegakan peraturan disiplin yang sangat ketat dan harus tinggal di asrama sekolah dengan pengawasan. Instrumen yang digunakan adalah BarOn Emotional Quotient Inventory, Advanced Progressive Matrices, Instrumen Penilaian Stresor Psikososial, dan Instrumen Keakraban Remaja - Orang tua. Hasil dan Kesimpulan: Diharapkan dari analisa data didapatkan bahwa Individu yang mempunyai kecerdasan emosi yang baik (subskala intrapersonal, interpersonal, penyesuaian diri, manajemen stres, dan general mood), akan mempunyai tingkat kecemasan yang lebih rendah daripada individu dengan kecerdasan emosi yang kurang baik.

Background: The reaction that underlies anxieties is vigilance of danger. When fear excites emotional brain, fear will focus its attention to identify positive solution and risk in life. Emotion can be kept under control by good emotional management or widely known as emotional intelligence. Individuals with good emotional intelligence will be good at self-control and self- motivating. Objectives: To determine wether individuals with good emotional intelligence will have lower rate of anxiety than individuals with poor emotional intelligence. Method: The design of the study is cross-sectional involving 224 subjects consisting of 112 students of SMU Negeri 3 Jogjakarta and 112 students of SMU Taruna Nusantara. SMU Negeri 3 have an educational patern with general discipline inforcement and the students don’t stay in school dormitery, while SMU Taruna Nusantara have an educational patern with tight and supervised discipline inforcement and the students have to stay in school dormitery. The study employed BarOn Emotional Quotient Inventory, Advanced Progresive Matrices, Psychosocial Stressor Assesment, and Teenager-Parents Intimacy. Results and conclusions: It is expected that individuals with good emotional intelligence (subscales of intrapersonal, interpersonal, self-adaptation, stress management, and general mood), will have lower rate of anxiety than individuals poor emotional intelligence.

Kata Kunci : Kedokteran Klinis, Kecemasan, Kecerdasan Emosi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.