The Realization of Complaint Speech Act in the Television Series Peaky Blinders
Indy Rahmadani, Dr. Aris Munandar, M.Hum
2023 | Skripsi | SASTRA INGGRIS
Tindak tutur keluhan berfungsi sebagai sarana bagi individu untuk menyatakan perasaan dan pemikiran mereka secara jujur. Meskipun memiliki keunggulan dalam memfasilitasi komunikasi, tindak tutur ini juga memiliki potensi untuk meyinggung orang lain, terutama saat digunakan tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk berkontribusi pada pemahaman tentang dinamika interaksi keluhan antara individu, seperti yang digambarkan dalam serial televisi Peaky Blinders. Penelitian ini mempertimbangkan aspek kuasa dan jarak sosial untuk menilai dampaknya pada pemilihan strategi keluhan oleh karakter. Temuan dari penelitian ini mengkonfirmasi bahwa kedua aspek tersebut memiliki dampak yang signifikan pada kedua tindak tutur tersebut dan menyoroti sifatnya yang bergantung pada konteks. Hasil penelitian memberikan wawasan baru tentang tindakan ini: gagasan bahwa strategi dengan tingkat ancaman wajah rendah tidak selalu menandakan kesopanan; kenyataannya, strategi tersebut dapat memiliki fungsi yang berbeda dalam konteks-konteks tertentu.
The complaint speech act serves as a means for individuals to express their feelings and judgments truthfully. While it offers advantages in facilitating communication, it also carries the potential to be offensive, mainly when used without consideration for the feelings of others. This qualitative study aims to contribute to understanding the dynamics of complaint interaction between individuals, as portrayed in the television series Peaky Blinders. This study also considers power and social distance to assess whether such aspects exert influence on the character's choice of complaint strategies. The findings of this study confirm that such aspects substantially impact both acts and highlight their context-dependent nature. The results offer different insights into this act: the notion that low-degree face-threatening strategies do not necessarily signify politeness; in fact, they can serve different functions within specific contexts.
Kata Kunci : tindak tutur keluhan, strategi keluhan, ujaran mengancam muka, kuasa, jarak sosial