Circular Economy Framework untuk Pengolahan Sampah Filamen 3D Printing
Nabila Tasya Arfikah Cahya, Dr.Eng. Ir.Herianto, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng.
2023 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI
Jumlah sampah yang kian meningkat berdampak pada penipisan sumber
daya alam, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Sampah tersebut meliputi
biodegradable waste, recycalable waste, residual waste, dan special waste. Jenis
sampah residu berdampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan karena
tidak dapat didaur ulang atau dikelola kembali menjadi produk baru. Penggunaan
teknologi 3D printing yang semakin berkembang berpotensi meningkatkan sampah
residu karena menghasilkan sampah filamen berupa pencetakan prototype yang
berlebihan, salah cetak karena desain yang tidak optimal atau penggunaan bahan
yang tidak tepat. Sampah filamen 3D printing perlu dikelola dengan baik guna
mencapai circular economy. Pada penelitian ini, dilakukan systematic literature
review untuk menyusun framework yang relevan pada daur ulang sampah filamen
3D printing. Berdasarkan hasil penelitian, framework yang sesuai untuk daur ulang
sampah filamen 3D printing terdiri dari tiga tahap utama yaitu collecting,
preparation, dan compounding. Sampah filamen dapat dikonversi menjadi filamen
daur ulang dan produk baru melalui proses 3D printing atau injection molding,
serta dimanfaatkan sebagai bahan campuran pada pembuatan batu bata atau pada
proses pengaspalan.
The increasing amount of waste has an impact on the depletion of natural
resources, loss of biodiversity, and pollution. This waste includes biodegradable
waste, recyclable waste, residual waste, and special waste. This type of residual
waste has a significant impact on environmental sustainability because it cannot be
recycled into new products. The possibility for increased residual waste exists as
3D printing technology becomes more widely used, because it produces filament
waste in the form of excessive prototype printing, printing errors due to suboptimal
designs or use of inappropriate materials. 3D printing filament waste needs to be
managed effectively to achieve a circular economy. In this research, a systematic
literature review was carried out to develop a relevant framework for recycling 3D
printing filament waste. According to the research outcome, a suitable framework
for recycling 3D printing filament waste consists of three main stages, namely
collecting, preparation, and compounding. Filament waste can be converted into
recycled filament and new products through the 3D printing or injection molding
process. Moreover, filament waste can be used as a mixed material in brick making
or in the asphalting process.
Kata Kunci : Sampah Filamen, 3D Printing, Sampah Residu, Daur Ulang, Circular Economy, Framework