Efektivitas Program Kemitraan Konservasi diTaman Nasional Gunung Merapi dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat diDesa Ngargomulyo
Arif Yoga Pratama, Dr. Ir. Much. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si., IPU.
2023 | Skripsi | KEHUTANAN
Desa Ngargomulyo merupakan salah satu desa yang menjadi mitra konservasi dengan pihak Taman Nasional Gunung Merapi melalui program
kemitraan konservasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Program kemitraan konservasi yang dilakukan dimulai sejak tahun 2019 dan berlaku selama 3 tahun. Saat ini program kemitraan konservasi telah memasuki masa pasca perjanjian, oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran efektivitas dari program kemitraan konservasi yang telah dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas program kemitraan konservasi antara pihak Pemerintah Desa Ngargomulyo dengan pihak Taman Nasional Gunung Merapi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengukuran efektivitas program kemitraan konservasi dilakukan dengan menggunakan alat ukur efektivitas yang dirancang oleh peneliti dengan mengacu pada konsep pengukuran efektivitas oleh Budiani (2007) yaitu aspek tujuan program, ketepatan sasaran program, sosialisasi program dan pemantauan program. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara kepada anggota kemitraan konservasi dan telaah dokumen.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa kemitraan konservasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang dilakukan antara pihak Pemerintah Desa Ngargomulyo dengan pihak Taman Nasional Gunung Merapi masuk dalam kategori efektif dengan skor 50 poin dari total 63 poin. Meskipun telah berjalan efektif, masih terdapat kekurangan yakni pada perlindungan dan pengamanan kawasan, penguatan kelembagaan, dan partisipasi masyarakat dalam sosialisasi program.
Ngargomulyo Village is one of the partner villages in conservation collaboration with Gunung Merapi National Park through a conservation partnership program aimed at community empowerment. The conservation program was initiated in 2019 and is valid for a duration of 3 years. Currently, the conservation partnership program has entered the post-agreement phase, thus necessitating the measurement of its implemented effectiveness. This research aims to determine the effectiveness of the conservation partnership program between Ngargomulyo Village Government and Gunung Merapi National Park.
This study uses a quantitative approach. The conservation partnership program's effectiveness is measured using an instrument designed by the researcher, referencing the effectiveness measurement concept outlined by Budiani (2007), which is objectives, target accuracy, socialization, and program monitoring. Data was collected using interviews with conservation partnership members, observations and document analysis.
Based on study conducted, conservation partnership program on the context of community empowerment carried out between Ngargomulyo village government and Gunung Merapi National Park is effective with a value of 50 points out of a total of 63 points. Although it has been running effectively, there are still lack in terms of area protection and security, institutional strengthening, and community participation in the program's socialization.
Kata Kunci : Efektivitas, Program Kemitraan Konservasi, Pemberdayaan Masyarakat, Taman Nasional Gunung Merapi;Effectiveness, Conservation partnership program, Community empowerment, Mount Merapi National Park