Laporkan Masalah

Kepuasan kerja dokter spesialis di Rumahsakit Umum Daerah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan dengan pendekatan EMIC

BUKIT, Bina Ampera, dr. Laksono Trisnantoro, MSc.,PhD

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Tingginya angka turnover dokter spesialis setiap tahunnya menjadi masalah di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Propinsi Bengkulu. Tingginya angka turnover tersebut mengakibatkan kurangnya tenaga dokter spesialis sehingga terjadi penurunan mutu pelayanan yang dilakukan oleh rumah sakit kepada masyarakat. Tujuan Penelitian: 1) Untuk mengetahui gambaran kepuasan kerja dokter spesialis di RSUD Manna dan 2) Untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang mempengaruhi kepuasan kerja dokter spesialis di RSUD Manna. Metode Penelitian: Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan emic. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Wawancara mendalam yang dilakukan menyerupai percakapan sehari-hari dan bentuk pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan deskriptif, pertanyaan kontras dan pertanyaan struktural. Sementara itu observasi yang dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan informan setiap hari yang baik selama bekerja di rumah sakit maupun ditempat praktik. Kemudian data yang dikumpulkan melalui wawancara tersebut dianalisis dengan analisis domain sedangkan hasil observasi dikelompokkan berdasarkan prinsip kognitif serta prinsip tersirat dan tersurat. Hasil penelitian yang disajikan adalah hasil negosiasi dari hasil analisis domain dan hasil analisis observasi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter spesialis yang bekerja di RSUD Manna mempunyai kepuasan kerja yang rendah. Dari penelitian di RSUD Manna diperoleh banyak masalah-masalah yang mempengaruhi kepuasan kerja dokter spesialis, diantaranya adalah: 1) hubungan dokter dengan pasien,2) fasilitas yang ada di rumah sakit, 3)hubungan dengan teman sekerja, 4) pendapat yang diperoleh di Bengkulu Selatan. 5) karakteristik pekerjaan 6) fasilitas yang diterima dari rumah sakit, 7) keberadaan di RSUD Manna tidak diakui, 8) rasa aman dalam melakukan pekerjaan, 9) keluarga dan 10) masalah karier. Kesimpulan: Secara umum apa yang diharapkan dokter spesialis tidak sesuai dengan kenyataan yang diterima, akibatnya tidak ada kepuasan kerja dokter spesialis di RSUD Manna.Sehingga diperlukan suatu kebijakan tentang penetapan perolehan kompensasi bagi dokter spesialis dan kebijakan tentang proses penempatan dokter spesialis yang harus memperhatikan kesesuaian budaya kerja dengan budaya kerja yang ada di RSUD Manna.

Background: At Manna General Hospital, located in a remote area of Bengkulu Province, Sumatra, the lack of specialist doctors has been persistent problem, which reduces the productivity of service. There was a high turnover of specialist doctors years by years. Objective: The objectives of this study were: (1) to assess job satisfaction of specialist doctors; and (2) to identify factors which influence job satisfaction of the specialist doctors at Manna General Hospital. Method: The method used in this study was a qualitative research through an emic approach. Data were collected with in-depth interview and observation. In-depth interview was carried out with descriptive and contrasting questions. The observation was focused on daily activities informants both in the hospital and private specialist doctors practices. All data from the in-depth interview were analyzed using domain analysis. Data from observation were divided into the cognitive principle and explicit-implicit principles. The findings of this study concluded from negotiated in-depth interview analysis and observation analyses. Result: Job-satisfaction among specialist doctors was low. Factors influencing job satisfaction were: 1) doctor– patient relationship, 2) hospital facilities, 3) relationships with co-workers 4) total income 5) job characteristics 6) facilities accepted from hospital 7) unrecognized professional existence 8) work safety in doing work 9) family issues and 10) career prospect. These factors assosiated to the discrepancy betwen economic and cultural expectation of specialist doctors and the reality at Manna General Hospital. Conclusion: According to the specialist doctors at Manna General Hospital their job satisfaction were low compared to what they have expected. It is recommended to improve the policy of compensation for specialist doctors to recruit a more culturally fit specialist doctors for working at Manna General Hospital.

Kata Kunci : Kepuasan Kerja,Dokter Spesialis, job satisfaction, specialist doctor, emic perspective


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.