Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Intensi Masyarakat untuk Mendonorkan Darah Kembali dengan Integrated Planned Behavior and Self-determination Theory
Ragil Aditya Wibisono, Ir. Muhammad Kusumawan Herliansyah, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng.
2023 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI
Darah merupakan hal penting dalam kehidupan seseorang yang tidak dapat digantikan, maka adanya cadangan kantong darah yang mencukupi sangat penting untuk menjamin bahwa kegiatan transfusi darah dapat dilakukan dengan lancar. Pada awal kuartal keempat tahun 2023, Indonesia masih memiliki kekurangan sekitar 2,36 juta kantong darah dari kebutuhan 6,96 juta cadangan kantong darah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah pendonor darah untuk memenuhi kesediaan cadangan kantong darah nasional adalah dengan cara meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan donor darah secara sukarela. Terutama bagi individu yang pernah melakukan donor darah agar menjadi pendonor darah reguler. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan pemahaman terkait faktor-faktor yang memengaruhi intensi mendonorkan darah kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi intensi mendonorkan darah kembali. Serta, mengetahui efek moderasi dari jenis kelamin dan usia terhadap hubungan antara faktor dengan intensi tersebut.
Penelitian ini menggunakan model penelitian yang dibentuk dengan mengintegrasikan dua teori yang dipercaya dapat memiliki pengaruh terhadap intensi seseorang untuk melakukan suatu perilaku, yaitu theory of planned behavior dan self-determination theory. Lalu dalam pengolahannya digunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi intensi mendonorkan darah kembali, serta Partial Least Square-Multi Group Analysis (PLS-MGA) untuk menganalisis efek moderasi jenis kelamin dan usia. Kuesioner penelitian disebarkan kepada responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan didapatkan responden sebanyak 258 responden, dengan rincian 216 responden sudah pernah melakukan donor darah dan 42 orang belum pernah memiiki pengalaman mendonorkan darah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari faktor sikap terhadap perilaku (attitude towards behavior), persepsi kontrol perilaku (perceived behavioral control), dan autonomous motivation terhadap intensi untuk mendonorkan darah kembali. Lalu, kelompok sampel berjenis kelamin laki-laki dan perempuan memoderasi hubungan antara faktor norma moral dengan intensi mendonorkan darah kembali. Sedangkan, kelompok sampel dengan kategori usia dewasa dini dan dewasa akhir memoderasi hubungan antara faktor norma deskriptif dan persepsi kontrol perilaku dengan intensi mendonorkan darah kembali.
Blood is an essential element in a person's life that cannot be replaced. Therefore, having an adequate supply of blood bags reserves is crucial to ensure that blood transfusion activities can be carried out smoothly. At the beginning of the fourth quarter of 2023, Indonesia still had a shortage of approximately 2.36 million blood bags from the required 6.96 million blood bag reserves. One effort that can be made to increase the number of blood donors to meet the national blood bag availability is by encouraging community participation in voluntary blood donation, especially for individuals who have previously donated blood to become regular blood donors. However, to achieve this, it is necessary to understand the factors that influence the intention to redonate blood. This study aims to identify the factors that affect the intention to redonate blood and to determine the moderating effects of gender and age on the relationship between these factors and the intention.
This research utilizes a research model that integrates two theories believed to influence an individual's intention to engage in a behavior, namely the Theory of Planned Behavior and the Self-Determination Theory. In its analysis, the Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method is used to analyze the factors that influence the intention to donate blood again. Additionally, Partial Least Square-Multi Group Analysis (PLS-MGA) is used to analyze the moderating effects of gender and age. The research questionnaire was distributed to respondents selected through purposive sampling, resulting in a total of 258 respondents, with 216 respondents having previously donated blood and 42 respondents having no prior experience with blood donation.
The results of the study indicate that there is a significant influence of attitude towards behavior, perceived behavioral control, and autonomous motivation on the intention to redonate blood. Furthermore, the sample groups of males and females moderate the relationship between moral norm and intention to redonate blood. On the other hand, the sample groups categorized as early adults and late adults moderate the relationship between descriptive norm and perceived behavioral control with the intention to redonate blood.
Kata Kunci : theory of planned behavior, self-determination theory, intensi perilaku, efek moderasi, intensi donor darah, PLS-SEM, PLS-MGA, permutasi