Laporkan Masalah

Aplikasi Bacillus cereus untuk Pengelolaan Penyakit Bercak Daun pada Cengkih

Ardian Husnan Mufid, Dr. Suryanti, S.P., M.P. ; Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc.

2023 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Tanaman cengkih (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman asli Indonesia. Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh patogen seperti Cylindrocladium quinqueseptatum, Colletotrichum gloeosporioides, dan Pestalotia sp merupakan salah satu kendala dalam produksi cengkeh di Indonesia.  Bacillus cereus telah banyak diteliti dapat menghambat pertumbuhan patogen tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh B. cereus terhadap pertumbuhan tanaman cengkeh dan perkembangan penyakit bercak daun. Aplikasi B. cereus dilakukan dengan disiramkan di sekitar perakaran. Pada penelitian ini digunakan tanaman cengkih yang dipindah tanam ke lahan dan tanaman belum menghasilkan yang diamati selama 9 bulan, dengan empat perlakuan yaitu: P1 = kontrol (tanpa perlakuan), P2 = aplikasi MP Pro (sebagai perbandingan), P3 = aplikasi B. cereus setiap 2 minggu sekali, dan P4 = aplikasi B. cereus setiap bulan.  Parameter yang diamati yaitu intensitas penyakit dan pertumbuhan tanaman yang terdiri dari tinggi tanaman dan luas kanopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. cereus dapat menghambat penyakit bercak daun pada tanaman belum menghasilkan, namun belum mampu menekan penyakit pada bibit pindah tanam. B. cereus belum mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman cengkih.

Indonesia is the center of origin of Sygium aromaticum. The leaf spot disease caused by Cylindrocladium quinqueseptatum, Colletotrichum gloeosporioides, and Pestalotia sp. is one of the problems in clove growth. Bacillus cereus has been reported to be able to inhibit plant pathogen. The study aims to determine the effect of B. cereus on clove growth and leaf spot disease. B cereus was applied by drenching around the plant root. The research was conducted on the seedling that had just been transplanted into the field and immature plant for 9 months, with 4 treatments namely P1= control (without treatment), P2= application with MP Pro (as a compare), P3= application of B cereus every 2 weeks, P4= application of B. cereus every month. Parameters observed were disease intensity and plant growth including plant height and the large canopy area. The result showed that B. cereus can inhibit the leaf spot disease in immature plant but have not been able to suppress the disease in transplanted seedlings. B. cereus could not be increasing the plant growth. 

Kata Kunci : Tanaman cengkih, bercak daun, Bacillus cereus

  1. S1-2023-445874-abstract.pdf  
  2. S1-2023-445874-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-445874-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-445874-title.pdf