Pengetahuan, sikap dan perilaku berisiko penyakit menular seksual (PMS) pada remaja di Kota Palangka Raya
TARMANTA, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,SpOG.,PhD
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatPenyakit Menular Seksual (PMS) di Kota Palangkaraya cenderung meningkat, tahun 2001 kejadian PMS pada remaja akhir 73 orang. Peningkatan tersebut terjadi karena perilaku seksual berisiko PMS, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat berpengaruh pada kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini untuk mengetahui apakah perilaku berisiko PMS dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan rancangan cross cectional, yaitu melakukan pengumpulan data untuk meneliti seberapa besar variasi hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku berisiko PMS, dengan sampel dipilih secara proporsional random sampling sebanyak 160 remaja umur 15-19 tahun. Analisis bivariat antara pengetahuan dengan perilaku berisiko PMS secara statistik menunjukkan hubungan yang bermakna (P<0,05). Sikap terhadap perilaku berisiko PMS secara statistik menunjukkan hubungan yang bermakna (P<0,05). Analisis regresi variabel pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel perilaku, ternyata pengetahuan, sikap dan pornografi (variabel luar) secara signifikan dapat memprediksi perilaku berisiko PMS, dan secara statistik menunjukkan hubungan yang bermakna (P<0,05), sehingga merupakan variabel model untuk memprediksi perilaku berisiko PMS pada remaja di Kota Palangkaraya. Pengetahuan dan sikap dapat dipertimbangkan sebagai dasar program intervensi pencegahan PMS dengan memperhatikan juga pengaruh pornografi sebagai variabel luar yang ikut mempengaruhi perilaku berisiko PMS pada remaja.
Background: Sexually transmitted disease in Palangkaraya increased and in 2001 there were 73 adolescents had STD cases. The increase was caused by STD-risk behavior so that it affected adolescent s reproductive health. Objectives: This study was aimed at finding out whether STD-risk behavior was affected by adolescent s knowledge and attitude. Methods: This was an observational study with cross cectional design, i.e. to find out various relations between knowledge and attitude of adolescents and STD-risk behavior. The samples were 160 adolescents aged 15-19 years old chosen with proportional random sampling method. Results: The bivariate analysis between knowledge and STD-risk behavior statistically showed significant relation (p<0.05). The attitude and STD-risk behavior statistically showed significant relation (p<0.05). The regression analysis of all variables affected variables of behavior. Knowledge, attitude and pornography (external variable) were the most influential variables for STD-risk behavior and statistically showed significant relation (p<0.05) and they were model variables that could predict STD-risk behavior among adolescents in Palangkaraya. Conclusion: Knowledge and attitude may be considered as basis of STD prevention intervention program and factor of pornography media may be considered as an external variable that affect STD-risk behavior among adolescents.
Kata Kunci : Kesehatan Anak, Pengetahuan Sikap dan Perilaku Remaja, Penyakit Menular Seksual, knowledge, attitude, STD-risk behavior.